MENJADI DIRI SENDIRI atau OTENTIK
Roma 8:26-30
”Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” (ay.28)
Selama dua hari, para pendeta dan Tenaga Pelayanan Gerejawi (TPG, atau pengerja) GKI Coyudan mengundurkan diri dari kegiatan pelayanan untuk “nyepi” atau retreat di Panti Semedi Klaten. Melalui retreat yang dibimbing oleh dosen spiritualitas dari UKDW tersebut, para pendeta dan TPG diajak untuk mengenali dirinya sendiri dan mengetahui tipe kepribadiannya, dan kemudian mengembangkannya untuk pelayanan di GKI Coyudan.
Dengan mengenal diri sendiri dan tipe kepribadian yang dimilikinya, maka para pendeta dan TPG diharapkan bisa menjadi dirinya sendiri atau otentik, yaitu menjadi manusia ciptaan Allah yang mempunyai kelebihan dan kelemahan yang semuanya dapat digunakan dalam melaksanakan panggilan pelayanan, sesuai yang Allah kehendaki.
Perbedaan tipe kepribadian antara satu orang dengan yang lainnya bukanlah penghalang untuk menjalin kebersamaan dalam melayani. Bahkan dengan adanya perbedaan tipe kepribadian tersebut maka dalam kehidupannya bisa saling melengkapi dalam melaksanakan tugas pelayanan di gereja.
Lalu apa yang membedakan tipe kepribadian para pelayan Tuhan dengan orang-orang yang belum mengenal Tuhan? Bedanya adalah bahwa orang yang sudah percaya kepada Tuhan, hidupnya akan dipimpin oleh Roh Allah. Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia. Sebagai tanggapannya, maka orang percaya harus menunjukkan kasihnya itu kepada Allah, yang diejawantahkan dalam perbuatan baik yang dilakukannya.
Dengan menyadari bahwa setiap orang memiliki kepribadian masing-masing dan adanya Roh Kudus yang hadir dalam kehidupannya, maka kita harus menggunakan kelebihan-kelebihan dari kepribadian yang kita miliki itu untuk melayani Tuhan. Seperti yang memiliki kepribadian suka menolong orang lain, dapat menggunakan kepribadian tersebut untuk membantu orang-orang yang membutuhkan.
Setiap orang memiliki panggilan dari Tuhan untuk melayani, baik melalui gereja maupun dalam kehidupan keseharian kita. Kita juga bisa menghargai orang lain dan melayani panggilan Tuhan dengan sepenuh hati. Orang percaya juga bisa berbuat baik kepada orang lain tanpa pamrih, melakukan pekerjaannya dengan jujur dan takut akan Allah, bersedia membantu orang lain untuk kemuliaan nama Tuhan.
Akhirnya, jadilah dirimu sendiri dan pergunakan segala kekuatan dalam kepribadian kita untuk melayani Tuhan. Biarlah kiranya kita Tuhan menolong dan memampukan kita untuk mengasihi, baik kepada Tuhan maupun sesame manusia dan gereja Tuhan. Tuhan menyertai kita semua. Amin.
Pokok Doa
1. Keberangkatan Tim Mission Trip ke NTT agar menjadi berkat.
2. Panitia Bulan Keluarga dapat melaksanakan tugas dengan baik.
3. Proses pencalonan penatua masa pelayanan tahun 2024-2026.
Sujud Swastoko