MENJADI BIJAK DAN BENAR DI DALAM ALLAH

  •  Keshia Hestikahayu Suranta
  •  

RENUNGAN HARIAN 

GKI COYUDAN 

SABTU 27 JUNI 2026 


MENJADI BIJAK DAN BENAR DI DALAM ALLAH 


Ayub 32:9 (BIMK) Orang menjadi bijak, bukan karena lanjut umurnya; orang mengerti yang benar, bukan karena tinggi usianya.


Ayat ini adalah salah satu perkataan Elihu kepada Ayub ketika Ayub tenggelam dalam kemarahannya kepada Allah. Ayub merasa bahwa ia adalah orang yang tak bersalah dan ia merasa ia tak layak menerima segala pergumulan berat dalam hidupnya. Setelah ke 3 sahabat Ayub tak mampu lagi membendung perasaan Ayub, Elihu, teman Ayub yang oaling muda mengatakan ayat ini. Dalam kegelisahannya, Elihu memperingatkan Ayub bahwa dalam kelemahannya, Ayub tidak bisa menjadi bijaksana. Bagi Elihu seorang bijaksana dan benar bukanlah hanya karena orang tersebut sudah dewasa secara umur. Buktinya dalam kelemahannya, Ayub menunjukkan ketidakbijaksanaannya dalam hal menuduh Allah telah berbuat salah padanya. Ayub, meskipun secara usia lebih tua daripada Elihu, bertindaj tidak bijaksana dan tidak nenar oleh karena kesombongan rohaninya dengan tidak merasa berdosa sehingga ia tak seharusnya menerima pergumulan berat ini. 

Titik tekan Elihu, sejatinya adalah soal kerendahan hati Ayub. Justru seharusnya, semakin banyak usia seseorang semakin ia rendah hati. Semakin tinggi usia, pengalaman bahkan ilmu seseorang semakin ia seharusnya menunjukkan kerendahan hatinya dan bukan kesombongan rohaninya di hadapan Allah dan sesama. Maka marilah kita sungguh-sungguh mengkoreksi diri di hadapan Allah dan sesama, bahwa kita adalah orang yang tidak selalu benar. Marilah kita segera bertobat, oleh karena Allah mencintai orang-orang yang rendah hati. 


Doa pagi :

" Ya Allah di usia kami saat ini, bantulah kami untuk semakin rendah hati. Ingatkanlah kami agar kami tidak jatuh dalam kesombongan rohani. Amin" 


Pdt Keshia H.S

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.