MENGINSPIRASI MELALUI TINDAKAN NYATA

  •  Raphael Timotius Suy
  •  

1 Petrus 3:8-15

 

Di era digital ini, setiap orang memiliki kesempatan untuk menjadi seorang “influencer” atau orang yang aktif di sosial media yang dapat memberikan pengaruh di masyarakat. Sehingga setiap orang berkesempatan untuk membagikan sesuatu di media sosial seperti kehidupan sehari-hari, konten masak, bahkan konten-konten religi dapat dibagikan secara gratis maupun berbayar. Akan tetapi, “lain di layar, lain di kehidupan nyata”, karena sering dijumpai apa yang ditampilkan oleh “Content Creator” di sosial medianya, nampak tidak sesuai dengan kehidupan nyata. Terlalu banyak kepalsuan di media sosial dengan menggunakan “filter-filter” tertentu untuk membangun citra yang baik, padahal di kehidupan nyatanya sangat berbanding terbalik.   

Lalu yang menjadi pertanyaannya adalah bagaimana dengan kehidupan iman kristen? apakah kehidupan iman kristen juga penuh dengan kepalsuan?

Maka bacaan kita pada saat ini mau meneguhkan kita untuk dapat kembali berbalik kepada Tuhan, agar tidak hidup di dalam kepalsuan. Surat 2 Petrus 3 memberikan suatu pengertian kepada para jemaat melalui nasihat-nasihat untuk hidup dalam kasih dan menjunjung tinggi perdamaian. Namun yang terpenting dari tulisan ini adalah bukan hanya tentang mereka mengerti akan nasihat tentang sifat kasih dan perdamaian saja, akan tetapi jauh lebih daripada itu penulis mengharapkan mereka benar-benar melakukan seluruh nasehat itu melalui aksi nyata di dalam kehidupan ini. Karena segala nasihat akan menjadi angin lalu yang tidak memberkati, ketika setiap orang yang sudah mendengar dan mengerti tidak mau merealisasikan melalui kehidupannya.

Sama halnya dalam menjalani semangat iman kristen untuk mengabarkan Injil kebenaran Allah. Umat tidak diundang untuk memberitakan kabar sukacita Allah saja, akan tetapi undangan tersebut menghendaki kita untuk mengalami juga kabar sukacita itu di dalam kehidupan. Karena hanya dengan melakukan firman itulah yang dapat membawa berkat yang mentransformasi diri kita maupun orang lain melalui teladan kehidupan iman kita.

Maka marilah kita menjadi para pelaku firman Tuhan yang tulus, dan tidak hidup di dalam kepalsuan. Agar melalui setiap firman yang kita terapkan melalui kehidupan ini dapat menjadi saluran berkat yang mentransformasi iman, baik bagi diri kita maupun orang lain.

Tuhan Yesus Memberkati.

Pokok Doa:
1. Bagi setiap umat yang sedang mengalami pergumulan; kesehatan, ekonomi, pekerjaan, pendidikan, pasangan hidup, dan lain-lain.
2. Bagi keutuhan dan keadilan di NKRI.
3. Bagi setiap program GKI Coyudan.

Raphael Timotius Suy

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.