MENGHARGAI PROSES KEHIDUPAN

  •  Admin
  •  

Renungan Harian GKI Coyudan

Senin, 6 Januari 2024


Menghargai Proses Kehidupan

Markus 8:22-26


Di zaman yang sudah serba instan dan cepat ini kadangkala penghargaan kita akan proses bisa semakin memudar. Ada kecenderungan ingin segala sesuatu serba cepat mulai dari hal-hal yang sederhana hingga hal-hal yang kompleks dalam hidup. Padahal penghargaan akan proses membuat kita bertumbuh menjadi manusia yang lebih sabar dan matang dalam menjalani kehidupan. 


Inilah yang juga Tuhan hendak ajarkan melalui penyembuhan seorang buta di Betsaida. Orang buta ini dibawa ke hadapan Yesus dan memohon kepada-Nya agar ia disembuhkan. Yesus pun menyanggupi permohonan tersebut dan membawa orang tersebut keluar kampung. Pertama, Ia menyentuh mata orang buta itu dengan tangan-Nya yang telah diludahi sebelumnya. Pada mulanya penglihatan orang buta itu belum kembali seutuhnya. Kemudian Yesus meletakkan tangan-Nya sekali lagi ke mata orang buta itu sehingga ia sungguh-sungguh dapat melihat. Orang buta itu pun dapat melihat kembali. 

Menariknya, Yesus melarangnya untuk memberitahukan kepada orang-orang Betsaida. Rupanya orang-orang Betsaida ini adalah orang yang terkesima melihat mukjizat Yesus tetapi tidak mau mempercayai-Nya. Mereka senang dengan sesuatu yang luar biasa dan terlihat menghasilkan perubahan dengan cepat, tetapi tidak mau menjalin relasi lebih dalam dengan Sang Sumber Kehidupan itu. Menjalin relasi dan mempercayai Sang Kristus penuh dinamika dan proses yang berbeda dengan hanya sekedar melihat mukjizat, itulah sebabnya banyak orang-orang Betsaida memilih untuk melihat mukjizat Sang Mesias saja. Nampaknya, mereka senang hanya dengan menjadi penggemar Kristus, dan bukannya pengikut Kristus.


Sebagai pengikut Krisus, mari kita lebih menghargai proses kehidupan. Bahkan iman kita pun pada akhirnya adalah sebuah proses untuk membangun relasi dengan-Nya dan terkadang dalam relasi itu penuh dengan beragam dinamika. Mungkin terasa sulit dan tidak menyenangkan, tetapi segala sesuatu yang didapat dan dibangun dengan proses akan menghadirkan kepuasan tersendiri bagi jiwa kita. Mari berproses terus bersama Tuhan yang senantiasa memelihara kehidupan kita.


Pokok Doa :

- Kondisi kesehatan Pendeta, Penatua, TPG, Aktivis, Karyawan Gereja, Jemaat & Simpatisan GKI Coyudan

- Upaya penyelesaian permasalahan-permasalahan di bangsa Indonesia & perdamaian dunia


Rizki Listya Survinda

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.