MENGAPA YESUS DIBAPTIS?

  •  Sujud Swastoko
  •  

Renungan warta Jemaat 12 Januari 2025

MENGAPA YESUS DIBAPTIS?

“Ketika seluruh orang banyak itu telah dibaptis dan ketika Yesus juga dibaptis dan sedang berdoa, terbukalah langit dan turunlah Roh Kudus dalam wujud serupa burung merpati ke atas-Nya. Terdengarlah suara dari langit, “Engkaulah Anak-Ku yang terkasih, kepada-Mulah Aku berkenan.”  (LUKAS 3: 21-22)


Ketika Yohanes pembaptis berkeliling ke seluruh daerah Yordan memberitakan baptisan tobat untuk pengampunan dosa, banyak orang yang datang kepadanya, minta dibaptis. Seruan pertobatan yang disampaikan oleh Yohanes tampaknya menyadarkan orang-orang di sekitar daerah Yordan akan dosa-dosa mereka sehingga mereka bertobat dan meminta untuk dibaptis. Namun, di tengah-tengah orang yang bertobat dan dibaptis tersebut, ternyata Yesus juga datang dan minta dibaptis. Lalu, apakah Yesus juga telah berbuat berdosa sehingga membutuhkan baptisan pertobatan? Kalau demikian, apakah Dia itu benar-benar Mesias?

Untuk menjawab hal itu, marilah kita menyimak beberapa ayat dalam Alkitab yang berkaitan dengan baptisan terhadap Yesus. Pertama, Yohanes sadar bahwa dia diutus oleh Allah untuk meratakan jalan bagi kedatangan Mesias, yaitu agar orang berdosa bertobat dan siap menerima Mesias. Oleh karena itu ketika Yesus mendatanginya, dia tahu Yesus tidak berdosa sehingga ia berusaha menolak permintaan Yesus. “Namun, Yohanes mencoba mencegah Dia, katanya: “Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, tetapi Engkau yang datang kepadaku?” (MATIUS 3: 14).

Kedua, baptisan yang dilakukan Yohanes terhadap Yesus merupakan penggenapan terhadap kehendak Allah yang menjanjikan keselamatan bagi manusia. Yesus yang tidak berdosa, memposisikan dirinya sebagai manusia yang siap dikurbankan untuk menebus dosa manusia, dan siap mengalahkan kuasa maut melalui kebangkitan-Nya. Yesus mengatakan, “Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah.” Yohanes pun menuruti-Nya.” (MATIUS 3: 15).

Ketiga, baptisan terhadap Yesus juga merupakan deklarasi Allah terhadap kehadiran Anak Allah, Sang Firman yang menjadi manusia, di tengah-tengah dunia untuk menyelamatkan manusia. “Selanjutnya Yohanes (pembaptis) bersaksi, katanya, “Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atas-Nya (Yesus),; Aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah.” (YOHANES 1: 33,34)

Jadi, Yesus dibaptis oleh Yohanes bukan karena Dia berdosa, tetapi karena Ia menunjukkan solidaritas-Nya dengan menjadikan diri-Nya sama dengan manusia, sehingga Ia menjadi kurban yang sempurna untuk penebusan dosa manusia. Kita yang percaya kepada-Nya juga telah dibaptis, maka kita pun juga harus menunjukkan hidup yang berkenan kepada-Nya. Amin. (Pnt. Sujud Swastoko, M.Min)

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.