MENGAPA??
RENUNGAN HARIAN GKI COYUDAN
Selasa, 13 Agustus 2024
MENGAPA??
Ayub 2: 9-10
Arthur Ashe adalah seorang petenis kulit hitam dari Amerika. Pada tahun 1979, ia terkena serangan jantung yang mengharuskan dia menjalani operasi bypass. Dan setelah operasi 2 kali,bukannya kesembuhan yang dia dapatkan,tetapi justru kenyataan pahit yang dia terima. Dia terinfeksi HIV melalui transfusi darah yang ditermanya.
Pada saat itu ada seorang penggemar yang menulis surat kepadanya dengan menuliskan:"Mengapa Tuhan memilihmu untuk menderita penyakit itu?"
Arthur menjawab," Di dunia ini ada 50 juta anak ingin bermain tenis,dan diantaranya ada 5 juta orang yang bisa belajar bermain tenis,500 ribu orang belajar menjadi petenis profesional,50 ribu orang datang ke arena untuk bertanding,dan pada akhirnya ada 4 orang masuk di semifinal dan hanya ada 2 orang yang berlaga di final.
Dan ketika saya mengangkat trofi,saya tidak pernah bertanya kepada Tuhan," Mengapa saya?" Jadi ketika sekarang saya dalam kesakitan, tidak seharusnya juga saya bertanya kepada Tuhan," Mengapa saya?"
Manusia senang ketika mengalami dan mendapatkan apa yang menurutnya pantas diterimanya,kesehatan, keberhasilan,kemenangan,kekayaan,karena manusia itu merasa hanya pantas untuk menerima dan mendapatkan hal-hal yang demikian. Bagaimana jika yang terjadi hal yang sebaliknya? Sakit penyakit,kesulitan,kegagalan,kehilangan. Manusia seringkali menganggap Tuhan tidak adil,dan manusia merasa memiliki hak untuk menggugat Tuhan.Seperti itu jugalah yang dilakukan oleh istri Ayub. Ketika Ayub masih memiliki semuanya,maka dia senang,tidak melarang Ayub untuk beribadah kepada Allah. Tetapi ketika Ayub kehilangan semuanya,hartanya, anak-anaknya, ,kesehatannyamaka istrinya merasa bahwa tidak perlu lagi Ayub itu beribadah kepada Allah karena yang didapatkan itu adalah hal yang tidak pantas,tidak adil,tidak seharusnya mereka mengalami yang demikian itu. Istri Ayub merasa punya hak untuk menggugat Tuhan atas apa yang dialaminya.
Tetapi bagaimana reaksi Ayub? Ayub menegur istrinya,bahwa pernyataan istrinya itu adalah seperti orang yang tidak mengenal Allah. Ayub mengingatkan untuk jangan hanya menerima apa yang menyenangkan,yang dianggap baik tetapi juga hal- hal yang dianggap kurang baik. Ayub tidak menggungat Allah,tidak menyalahkan siapapun,tidak menganggap Allah itu tidak adil,Ayub tidak berbuat dosa.
Hal yang tidak mudah yang diteladankan Ayub,lebih mudah kita menyalahkan,menggerutu, marah, menganggap Tuhan tidak baik dan tidak adil.Tetapi percayalah bahwa melalui kesenangan dan kesusahan Tuhan memiliki rancangan baik.Suka dan duka dipakai untuk kebaikan kita,dan menguatkan iman kita.
Tuhan Yesus memberkati ????
Pokok Doa:
1.Bangsa dan negara dalam persiapan merayakan HUT kemerdekaan
2.Jemaat yang sakit dan dalam masa pemulihan
3.Pergumulan jemaat dalam keluarga, pekerjaan, pendidikan, pelayanan
Maria S