MENGAMPUNI DAN MENERIMA
Bacaan: Filemon 1: 1 - 25
Kalau engkau menganggap aku temanmu seiman, terimalah dia seperti aku sendiri. Dan kalau dia sudah merugikan engkau ataupun berhutang padamu, tanggungkanlah semuanya itu padaku". Filemon 1: 17-18
Surat Paulus kepada Filemon bacaan kita adalah surat atau kitab yang paling pendek dari seluruh kitab yang ada di Alkitab kita. Hanya berisi 1 pasal dan 25 ayat. Namun kitab Filemon berisi hal yang sangat penting bukan hanya kepada Filemon dan Onesimus, tetapi kepada jemaat Tuhan di manapun dari zaman ke zaman.
Di bacaan kita, kita menemukan bahwa memang ada masalah serius dalam relasi tuan dan budak, yaitu antara Filemon dan Onesimus. Sebagai seorang budak, Onesimus telah melarikan diri dari tuannya. Ia telah mencuri barang2 kepunyaan tuannya Filemon. Menurut konteks saat itu, budak seperti ini sudah tidak berguna lagi dan pantas dihukum mati. Namun bagi Paulus, seorang yang melakukan kesalahan fatal di masa lalu, masih ada kesempatan untuk berubah. Bahkan jika ia berubah, ia masih dapat berguna dalam Kristus. Keyakinan inilah yang mendorong Paulus mengambil resiko dengan cara membebankan semua kesalahan Onesimus pada dirinya. Bahkan Paulus mau membayar segala hutang Onesimus kepada tuannya. Lebih dari itu Paulus menginginkan Filemon mau menerima kembali Onesimus sebagai saudara seiman dalam Kristus, seperti yang ditegaskan di nas kita.
Setiap orang pernah melakukan kesalahan ataupun kekeliruan pada masa lalunya. Namun ia juga wajib diberi kesempatan untuk berubah, membangun dan menata kembali masa depannya. Ia harus mendapat pengampunan dan penerimaan (ay.17), dan ia patut diberi kepercayaan (ay.19). Semangat ini yang mendorong Paulus berani menjadikan reputasi dan integritas dirinya sebagai jaminan atas berbagai kerugian yang disebabkan oleh Onesimus pada masa lampau.
Seringkali kita melihat seseorang berdasarkan perbuatan masa lalunya. Lalu, kita mulai meng-ungkit2 satu per satu kisah orang tersebut. Akibatnya, kita tidak akan bisa mengampuni dan menerima keberadaan orang tsb, apalagi memberinya kesempatan untuk berubah. Keteladanan yang diperlihatkan Paulus, menjadi pembelajaran bagi kita, yakni : melihat segala sesuatu dari kacamata Kristus. Karena kita orang berdosa. Tetapi di dalam Kristus, setiap orang mendapatkan kesempatan untuk diampuni dan mengampuni, diterima dan menerima, diubah menjadi manusia baru.
Doa Pribadi:
- Berdoa untuk orang2 sakit, yang berduka dan menanggung beban2 berat.
- Berdoa untuk gereja dan pelayanannya.