MENELADANI KRISTUS

  •  Yohana Jessica
  •  


Matius 15:24-28 ”24 Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel." 15:25 Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: "Tuhan, tolonglah aku." 26 Tetapi Yesus menjawab: "Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing." 27 Kata perempuan itu: "Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya." 28 Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: "Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki." Dan seketika itu juga anaknya sembuh.”

Ada satu lagu rohani Kristen yang viral tahun lalu dan mungkin kita tidak asing dengannya. Syair dari lagu tersebut berbunyi seperti ini:
Tuhan Yesus tidak berubah, tidak berubah, tidak berubah.
Tuhan Yesus tidak berubah, tak berubah selama-lamanya.

Lagu ini seolah ingin mengatakan bahwa Yesus sama sekali tidak mengalami perubahan. Padahal, Yesus yang benar-benar pernah menjadi manusia itu pasti mengalami perubahan, entah itu secara fisik, pemikiran, spiritual, dll. sebagaimana manusia pada umumnya. Teks yang kita baca bersama-sama pada pagi hari ini adalah salah satu bukti bahwa Yesus juga mengalami perubahan.

Perempuan Kanaan yang berseru kepada Yesus di sini digambarkan sebagai orang asing yang kehadirannya dianggap tidak ada. Ada kemungkinan bahwa Yesus terganggu dengan seruan perempuan asing itu sehingga Yesus menjawab “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.” Jawaban Yesus juga secara gamblang menyatakan bahwa diriNya hanya berkarya bagi bangsa Israel, bukan bangsa Kanaan.

Akan tetapi, perempuan Kanaan itu tetap teguh dengan pendiriannya. Perkataannya di ayat ke-27 sebenarnya mau mengungkapkan bahwa karya kasih Allah memang pertama-tama ditujukan bagi umat Israel. Namun, bangsa lain juga dapat menikmatinya walau hanya ‘remah-remahnya’.

Inilah yang membuat Yesus mengalami ‘perubahan’. Keselamatan yang tadinya hanya dikhususkan bagi bangsa Israel, kini terbuka bagi semua bangsa yang mau berseru kepadaNya. Kenapa Yesus kemudian mau berubah? Karena Yesus punya telinga yang mau mendengar dan hati yang penuh dengan belas kasih. Oleh sebab itu, perubahan Yesus tidak hanya sekadar mengikuti apa yang dikatakan orang, tetapi juga dituntun oleh hati yang penuh dengan belas kasih.

Kita sebagai murid Kristus patutlah meneladani Yesus. Dalam bulan Misi ini, hendaklah kita mengalami perubahan-perubahan yang membawa pada kebaikan, bukan berubah karena ikut kata orang. Marilah kita menjadi kitab terbuka. Biarlah semua orang dapat mengenal Yesus melalui seluruh perbuatan kita yang didasari dengan keteladananNya.

Pokok Doa:
1. Pergumulan jemaat yang sakit dan berduka 
2. Rangkaian acara bulan misi
3. Penatalayanan GKI Coyudan

Yohana Jessica

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.