MENEGUR DENGAN HANCUR HATI
Renungan Harian GKI Coyudan Solo
Kamis, 24 Oktober 2024
Yeremia 23:9-15
Menegur dengan Hancur Hati
Pernahkah Saudara mengalami hancur hati (kesedihan yang sangat mendalam), ketika melihat ada banyak hal tidak benar justru dilakukan oleh orang-orang yang mengaku sebagai umat Tuhan, dan seharusnya mereka hidup benar ?!
Dalam hal ini Yeremia mengalami hancur hati ketika melihat umat Tuhan hidup dalam perzinahan, dan para nabi Tuhan pada masa itu tidak memberitakan kebenaran dan teguran agar umat bertobat dari dosa-dosanya, tetapi justru kehidupan nabi-nabi juga ada dalam perzinahan ?!
Mereka yang semestinya bertanggung jawab untuk menjaga iman dan kehidupan umat Tuhan agar tetap ada dalam anugerah Allah, justru menyesatkan hati umat demi keuntungan duniawi, dan bahkan hidup dalam keberdosaan yang sama.
Berbeda dengan kebiasaan orang ketika menegur merasa diri hebat dan lebih mulia, Yeremia justru merasa hancur hati sehingga seperti seorang yang mabuk karena Tuhan dan firman-Nya yang menuntut kekudusan; pikirannya kacau dan gelisah ! Karena Yeremia tahu bahwa teguran Tuhan yang disampaikan kepada umat itu tidak akan didengar oleh umat Tuhan yang sudah sedemikian rusaknya, dan itu berarti bahwa Tuhan akan menghukum umat milik kepunyaan-Nya.
Melalui bacaan kita hari ini, kita diingatkan bahwa :
1. Kitapun adalah umat Tuhan yang dipercayakan firman Tuhan kepada kita untuk kita memberitakan panggilan pertobatan.
2. Ketika kita menegur orang yang bersalah, janganlah dengan jumawa dan bangga hati, karena sesungguhnya yang Tuhan mau bukanlah hukuman tetapi pertobatan.
3. Jangan menganggap enteng kekudusan Tuhan dan setiap firman-Nya, tetapi rendah hatilah untuk mendengar kebenaran firman Tuhan.
Pokok Doa :
1. Untuk persiapan hingga pelaksanaan MiKaFe GKI Coyudan.
2. Untuk kesehatan dan sinergi para penatua, pendeta, pendeta emeritus, para pengerja gereja GKI Coyudan.
3. Untuk perkembangan Pos Kebaktian Baturan Indah, Pos Jemaat Joyotakan dan Pos Jemaat Solo Baru (secara khusus : proses perijinan pembangunan gedung gereja).
Pdt. Lucas Adhitya Aryanto Sudarmadi