MENCARI KEHORMATAN

  •  Sujud Swastoko
  •  


Yohanes 12:37-43

”Namun, banyak juga di antara pemimpin yang percaya kepada-Nya, tetapi oleh karena orang-orang Farisi mereka tidak mengakuinya, supaya mereka jangan dikucilkan. Sebab, mereka lebih menyukai kehormatan manusia daripada kehormatan Allah.” (ay.42, 43)

Salah satu natur dosa manusia adalah kecenderungan untuk menyenangkan diri sendiri, mencari pujian dan kehormatan bagi dirinya sendiri, dan menutupi kelemahan atau pelanggaran yang telah dilakukannya dengan menampilkan seolah-olah kita orang yang baik dan saleh.

Dalam bacaan Injil hari ini kita menyaksikan bagaimana Allah “telah membutakan mata dan mengeraskan hati mereka (orang-orang Yahudi), supaya mereka jangan melihat dengan mata dan menanggap dengan hati, lalu berbalik, sehingga Aku menyembuhkan mereka.” 

Perkataan Tuhan Yesus tersebut mengutip firman Allah yang disampaikan nabi Yesaya. Karena kedegilan hati orang-orang Israel atau Yehuda pada saat itu, yang tidak mau bertobat, maka mereka akan mendapat hukuman. Saat jumlah mereka tinggal sepersepuluh, Allah tetap membinasakan, namun membiarkan ‘tunggulnya’ tetap berdiri sehingga tumbuh tunas yang kudus (Yesaya 6:13). 

Saat tunas yang kudus telah tumbuh dengan kedatangan Tuhan Yesus ke dunia ini, ternyata Sang Mesias ini tetap ditolak oleh orang-orang Yahudi, terutama orang Farisi, ahli-ahli Taurat, dan pemimpin agama Yahudi. 

”Meskipun Yesus mengadakan begitu banyak tanda di depan mata mereka, mereka tidak percaya kepada-Nya.” (ay.37) Hal ini bukan berarti Allah tidak mau mereka bertobat, tetapi  mereka lebih memilih mencari kehormatannya sendiri, dan tidak menyukai kehormatan Allah.

Walaupun ada yang percaya kepada Kristus, namun hanya percaya dalam hati dan tidak berani menyatakan imannya secara terang-terangan. Mereka memilih menyembunyikan imannya karena takut dengan orang Farisi. Mereka memilih untuk mencari kehormatannya sendiri dengan berpihak kepada orang-orang Farisi yang mempengaruhi pandangan mayoritas orang-orang Yahudi tersebut. Mereka tidak berani menyatakan kebenaran tentang Kristus, meskipun mereka tahu Yesus Sang Juruselamat.

Tuhan Yesus mengatakan, “Mereka lebih menyukai kehormatan manusia daripada kehormatan Allah,” , menunjukkan bahwa orang-orang Yahudi saat itu memang belum mau bertobat untuk percaya dan mengakui Yesus Kristus sebagai mesias.

Sebagai orang yang percaya kepada Kristus, maka hendaknya hidup kita benar-benar bertujuan untuk memuliakan Allah. Kita sudah diselamatkan oleh Allah, sehingga yang harus kita tunjukkan adalah kehormatan Allah, bukan kehormatan diri sendiri. Kita harus berani menyatakan kebenaran dan siap menyangkal diri dan memikul salib, untuk menunjukkan kesetiaan kita kepada Kristus. Kiranya Roh Kudus menolong kita untuk berani menyatakan kebenaran Kristus dalam kehidupan sehari-hari. Amin. 

Pokok Doa
1. Persidangan Majelis Jemaat (PMJ) nanti malam berjalan lancar.
2. Kesembuhan dan pemulihan bagi yang sakit.
3. Kegiatan masa Pra-Paska menjadi berkat.

Sujud Swastoko

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.