MENANTI KEDATANGAN TUHAN

  •  Gerald Raynhart Stephen
  •  

Renungan Harian GKI Coyudan

Senin, 22 Desember 2025

Bacaan: Wahyu 22:6-7; 18-21


Menanti Kedatangan Tuhan


Sebagai orang Kristen kita seharusnya tidak asing lagi dengan kata menunggu. Karena sesungguhnya selama kita hidup, mulai dari lahir sampai kita dipanggil pulang ke rumah Bapa, kita sedang menunggu. Ya, menunggu kedatangan Tuhan Yesus yang kedua. Menunggu penggenapan janji Allah akan keselamatan dan hidup kekal itu.


Minggu-minggu Adven telah kita lalui dan sebentar lagi kita akan bersama merayakan dan memperingati hari kelahiran Sang Juruselamat. Sukacita seharusnya dapat meluap dari rasa syukur kita karena Tuhan telah menggenapi janji-Nya melalui kehadiran Sang Juruselamat. Dia datang untuk setiap kita yang percaya kepada-Nya. Dia akan menyelamatkan kita. Itulah sukacita Natal yang sesungguhnya.


Tetapi lebih daripada itu, saat ini kita tidak hanya menantikan perayaan-perayaan Natal yang meriah, melainkan kedatangan Tuhan Yesus yang kedua. Tidak ada yang tahu kapan waktunya akan tiba. Maka dari itu sebenarnya menunggu bukan hanya kita lakukan di momen Adven, tetapi dalam hidup kita sehari-hari. Pertanyaan berikutnya apa yang harus kita lakukan dalam penantian kita?


Kitab Wahyu yang ditulis oleh Yohanes memberikan nubuatan, simbol-simbol dan penggambaran akan akhir zaman. Bagaimana keadaan sebelum kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali. Penggambaran akan kejadian-kejadian yang begitu dahsyat dan mengerikan. Tetapi inti dari apa yang disampaikan oleh Yohanes adalah kuasa Tuhan yang begitu besar sehingga tidak mampu tertahankan oleh manusia. Pada saat itulah Tuhan akan datang untuk menggenapi janji keselamatan itu. Sekali lagi fokus orang percaya bukan lagi takut pada kuasa Tuhan yang dahsyat melainkan syukur akan kedatangan Tuhan.


Pada akhir kitabnya Yohanes kembali mengingatkan kepada para pembaca bahwa segala yang tertulis itu benar dan tidak ada sedikitpun kesalahan. Artinya bahwa seluruh nubuatan yang tentunya bukan hanya tertulis pada kitab Wahyu, tetapi juga seluruh Firman itu adalah benar. Maka dari itu berbahagialah orang yang menuruti apa yang tertulis. Ini menjadi satu hal yang harus kita pegang, bahwa dalam penantian sudah seharusnya kita menuruti perkataan Tuhan.


Satu hal lagi perlu diperhatikan yakni  Yohanes dengan jelas memberikan pernyataan bahwa Tuhan akan mendatangkan malapetaka kepada orang-orang yang tidak menurut dan menambah-nambahkan perkataan dari nubuatan yang tertulis. Hal ini bisa diartikan bahwa Tuhan melalui Yohanes memperingatkan agar jangan sampai ada orang-orang yang menggunakan Firman dengan sembarang dan menyesatkan orang lain. Setialah pada perkataan Firman Tuhan. Bukan menggunakan ayat Alkitab untuk kepentingan pribadi, melainkan menggunakan ayat Alkitab sesuai dengan yang tertulis dan konteks penulisan yang jelas.


Maka dari itu dalam momen penantian ini kita terus diingatkan untuk melakukan dan setia kepada Firman Tuhan. Jangan sembarang menambahkan dan mengurangi perkataan Firman Tuhan. Teruslah muliakan Tuhan melalui kehidupan kita. Teruslah memperkatakan Firman dan menjadi saksi Tuhan bagi sesama. Sampai ketika Ia datang untuk kedua kalinya, kita ditemukan sebagai hamba yang setia dan melakukan kehendak Tuannya. Tuhan menolong dan menguatkan kita.


Pokok Doa:

1. Pergumulan studi dan pekerjaan remaja pemuda GKI Coyudan

2. Saudara-saudari kita yang mengalami bencana alam

3. Momen natal dapat dihayati dengan penuh syukur akan kelahiran Sang Juruselamat bukan sekadar perayaan tanpa makna

4. Pergumulan jemaat yang sakit dan lanjut usia


Gerald Raynhart Stephen

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.