MEMULIAKAN TUHAN
Renungan Harian GKI Coyudan
Senin, 17 November 2025
Bacaan: 2Tesalonika 1: 11-12
Memuliakan Tuhan
Banyak orang bertanya bagaimana memuliakan Tuhan? Apakah Tuhan itu kurang mulia sehingga Ia perlu dimuliakan? Ataukah Tuhan memang sangat membutuhkan kita untuk memuliakan Dia? Dari pertanyaan-pertanyaan tersebut terlihat jelas ada cara pandang yang keliru. Sebab memuliakan Tuhan perlu dipandang dengan cara yang benar, dan disertai dengan pengenalan akan Tuhan yang benar.
Rasul Paulus memuji jemaat Tesalonika sebab mereka dapat bertahan dalam iman mereka kepada Yesus Kristus. Jemaat tetap berpegang teguh pada kebenaran sekalipun harus menderita aniaya (4). Apalagi yang menganiaya mereka pada waktu itu adalah orang-orang Yahudi sendiri (Kis 17:1-9). Sehingga ini tentu tidak mudah bagi jemaat Tesalonika untuk tetap bertahan melawan orang-orang yang sebagian besar adalah bangsa mereka sendiri.
Tetapi pada waktu itu Paulus tidak hanya memuji iman jemaat melainkan kembali menguatkan dan juga mengingatkan dasar percaya jemaat Tesalonika. Rasul Paulus menguatkan jemaat dan berkata bahwa penderitaan adalah bukti bahwa jemaat Tesalonika layak disebut sebagai warga Kerajaan Allah (5). Paulus juga mengingatkan bahwa Tuhan lah yang akan membalas perbuatan jahat orang-orang yang menganiaya mereka (6-8). Hal ini menjadi sebuah penguatan bagi iman jemaat dalam penderitaan yang mereka alami.
Selain itu Paulus kemudian menekankan bahwa penghukuman bagi orang-orang tersebut adalah dijauhkan dari hadirat Tuhan dan juga kehilangan kemuliaan Tuhan (9). Di sisi lain, Tuhan akan dimuliakan oleh orang-orang Kudus dengan percaya akan kesaksian Injil (10). Jadi kita bisa melihat kontras antara kehilangan kemuliaan dan memuliakan Tuhan.
Tetapi lebih lanjut berbicara tentang kemuliaan, Paulus kemudian mendoakan jemaat Tesalonika; sekalipun di awal Paulus mengatakan jemaat "layak", tetapi Ia kembali berdoa dan berharap agar Tuhan benar-benar menganggap layak panggilan jemaat yang mengalami penderitaan. Juga ia berharap agar Tuhan menguatkan jemaat untuk berbuat baik dan menyempurnakan pekerjaan iman jemaat, yang artinya adalah melakukan pekerjaan baik yang dikehendaki Tuhan. Dengan demikian nama Tuhan dimuliakan menurut kasih karunia Tuhan.
Jadi arti dari memuliakan Tuhan, bukanlah memberikan kemuliaan kepada Tuhan. Melainkan sebuah pengakuan bahwa Tuhan itu mulia dengan melakukan kehendak-Nya, dan percaya bahwa segala sesuatu yang kita miliki bahkan kekuatan untuk melakukan kehendak Tuhan itu berasal dari pada-Nya. "Soli Deo Gloria" sering disalahpahami ketika diterjemahkan dengan "segala kemuliaan bagi Tuhan". Yang benar adalah "segala kemuliaan milik Tuhan." Kita tidak pernah memiliki kemuliaan untuk dibagikan kepada Tuhan. Tuhan pada hakekatnya adalah mulia. Ketika kita melakukan kehendak-Nya, kita sedang mengaku dan percaya segala sesuatu berasal dari Dia, oleh Dia, dan untuk Dia.
Demikian pula ketika kita menyadari panggilan kita untuk bertahan sekalipun dalam penderitaan seperti yang dialami jemaat Tesalonika. Kehendak Tuhan adalah setia dan bertahan. Ia akan terus menyertai kita, dan tidak meninggalkan kita. Ia yang akan membalas perbuatan jahat orang-orang yang menindas kita. Tugas kita adalah terus percaya kepada-Nya dan melakukan kehendak-kehendak-Nya. Soli Deo Gloria.
Pokok Doa:
1. Pergumulan studi dan pekerjaan remaja pemuda GKI Coyudan
2. Persiapan Adven dan rangkaian Natal
3. Pergumulan jemaat yang sakit dan lanjut usia
Gerald Raynhart Stephen