MEMILIH BAGIAN YANG TERBAIK
Renungan Harian GKI Coyudan
Sabtu, 21 September 2024
Lukas 10:38-42
Memilih Bagian Yang Terbaik
Hari ini bacaan kita berbicara soal 2 orang bernama Marta dan Maria. Apa yang membedakan keduanya ? Marta menjadi tuan rumah yang baik ! Marta ingin melayani Yesus sebagai tuannya dengan menyediakan makanan dan semua kebutuhan Yesus serta tamu-tamu yang datang ke rumahnya untuk menjumpai Yesus. Sedangkan Mariapun sedang menjadi tuan rumah yang baik ! Karena tidak ingin membiarkan Yesus sendirian, dia duduk menemani Yesus dan mendengarkan semua perkataan Yesus.
Lalu kenapa Yesus menegur Marta ? Sebab Marta merasa diri benar dibandingkan Maria, dan Marta menyalahkan Yesus karena membiarkan Maria tidak membantunya. Inilah yang menjadi persoalan bagi Yesus, seolah yang melakukan persiapan lebih penting dari yang mendengarkan, dan atau sebaliknya.
Padahal kalau kita pergumulkan sungguh-sungguh, sekalipun bagian Maria lebih baik karena tidak ada yang dapat mengambil firman Tuhan itu daripadanya, tetapi bagian Marta tentu juga adalah bagian yang penting, karena semulanya Yesuspun tidak mempersalahkan Marta.
Karena itu alangkah lebih baiknya jika kita berlatih mengkombinasikan keduanya, yaitu melakukan pelayanan sebagai Maria dan Marta, ada waktunya memang kita sibuk untuk melayani, tapi ada waktunya juga bagi kita untuk fokus mengambil waktu mendengarkan Tuhan berbicara.
Terkadang pelayan ibadah seringkali gagal untuk melayani Tuhan dengan mendengarkan firman, terlalu fokus hanya pada kesibukan untuk melakukan tugasnya, tetapi tidak fokus seperti Maria yang duduk diam mendengarkan firman Tuhan.
Ada penafsir yang mengatakan bahwa Marta "melakukan hal yang sia-sia", karena Marta sibuk menyiapkan hidangan tanpa mendengarkan lebih dahulu apa yang Tuhan mau. Ini juga bisa terjadi dalam pelayan Tuhan di masa kini, sibuk dengan melakukan ini-itu, tanpa pernah merenungkan sungguh-sungguh apa yang sesungguhnya Tuhan inginkan !
Memang, tidak salah jika kita sibuk melayani melalui kegiatan gereja, tetapi persoalannya jika tidak diimbangi dengan duduk diam mendengarkan firman Tuhan maka kita keliru dengan konsep melayani Tuhan. Jadi yang dimaksud dengan waktu bersama Tuhan itu adalah menyediakan waktu, tenaga, pikiran dan hati kita bersama dengan Tuhan.
Milikilah keseimbangan hidup dalam iman : di mana kita mesti punya waktu untuk melakukan berbagai macam kesibukan, dan kapan waktu kita untuk duduk mendengarkan Tuhan ! Dengan terus mengingat bahwa sesungguhnya Tuhan beserta dengan kita setiap hari dan di dalam segala keadaan; di manapun dan kapanpun. Jadikan setiap saat sebagai waktu bersama dengan Tuhan. Amin.
Pokok Doa :
1. Rangkaian bulan misi
2. Menyambut rangkaian bulan keluarga
3. Jemaat sakit dan lanjut usia
Pdt. Lucas Adhitya Aryanto Sudarmadi