MEMENUHI PANGGILAN
Bacaan: 1 Raja-Raja 19: 19-21
Setiap orang dipanggil dengan cara yang berbeda-beda. Setiap orang juga dipanggil untuk mengerjakan pelayanan yang berbeda- beda. Dan setiap orang juga berbeda dalam menanggapi panggilannya. Ada orang- orang yang menanggapi panggilan itu dengan mengerjakan panggilan itu dengan penuh tanggung jawab, tetapi tidak sedikit juga yang tidak dengan sepenuh hati dalam mengerjakannya. Ada juga yang mengabaikan panggilan yang diberikan kepadanya.
Elisa adalah seorang yang dipilih oleh Allah untuk menggantikan Elia. Allah memerintahkan nabi Elia untuk menggurapi Elisa menggantikan dirinya (1 Raja-Raja 19: 16). Dan nabi Elia mentaati perintah Tuhan tersebut. Elia melemparkan jubahnya kepada Elisa. Tugas sebagai seorang nabi itu diberikan kepada Elisa.
Bagaimana sikap Elisa terhadap panggilan itu?
- Elisa memenuhi panggilan dengan segenap hati. Dia mengerjakan panggilan dengan sungguh-sungguh. Bukan karena Elisa tidak memiliki kesibukan, karena dikatakan bahwa pada saat Elia bertemu dengan Elisa, dia sedang bekerja,sedang membajak. Tetapi kesibukan dan pekerjaan itu tidak menjadi penghalang baginya untuk tetap memenuhi panggilan Tuhan. Tidak sedikit orang yang dipanggil untuk melayani dan menolak dengan alasan kesibukan,tidak ada waktu,repot. Dan tidak sedikit orang yang menerima panggilan itu hanya sebagai suatu kegiatan saja,ketimbang tidak ada kegiatan,sehingga panggilan itu tidak dikerjakan dengan segenap hati.
- Elisa menjawab panggilan itu dengan kerendahan hati dan kesediaan untuk belajar. Elisa memiliki kerendahan hati untuk menjadi pelayan Elia dan memiliki kesediaan untuk belajar lebih dulu dari Elia. Dengan dia mengikut Elia dan menjadi pelayan bagi Elia,maka dia sebenarnya juga sedang belajar bagaimana mengerjakan panggilannya sebagai seorang nabi. Elisa tidak menolak dan tidak marah untuk menjadi pelayan bagi Elia. Kerendahan hati yang seperti Elisa inilah yang dibutuhkan untuk mengerjakan panggilan Tuhan. Bukan hanya kemampuan dan kemauan tetapi kerendahan hati adalah hal yang teramat penting untuk menanggapi panggilan.
- Elisa memiliki kepekaan terhadap panggilan. Ketika Elia melemparkan jubahnya kepadanya,maka Elisa segera meninggalkan lembunya dan berlari mengikuti Elia,dan mengatakan bahwa dia akan pamitan dengan ayah dan ibunya. Elisa tidak masa bodoh, tidak pura-pura tidak tahu, tetapi dia memiliki kepekaan terhadap panggilan.
Banyak orang tidak peka dengan panggilan Tuhan untuk berbuat sesuatu, untuk mengerjakan sesuatu. Belajar dari Elisa yang peka saat Tuhan memanggil dan memilih dirinya untuk mengerjakan tugas kenabiannya.
Kiranya Tuhan menolong dan memampukan kita untuk hidup dalam FirmanNya