MEMBERI DALAM KEKURANGAN

  •  Maria Sampyuh
  •  

RENUNGAN HARIAN

GKI COYUDAN

KAMIS, 14 NOVEMBER 2024


MEMBERI DALAM KEKURANGAN

MARKUS 12: 41-44


Bagi kita tidaklah asing ketika berbicara "persembahan" . Pertanyaannya: Mudah atau sulit memberi persembahan? 

Mungkin jawaban kita adalah "mudah". Kenapa  mudah? Jawaban yang sering didengar adalah karena sudah diberkati dengan melimpah- limpah, sudah berkecukupan. Jadi karena kelimpahan,karena kecukupan maka tidak sulit untuk memberi persembahan.

Bagaimana jika yang terjadi sebaliknya? Ketika sedang berada dalam kekurangan? Masih mudahkah untuk memberikan persembahan  kepada Tuhan? Ada alasan yang akan dimaklumi banyak orang kalau tidak memberi  persembahan, dan alasan itulah yang sering dipakai banyak orang," kan sedang kesulitan".

Perikop yang kita baca berbicara tentang persembahan seorang janda miskin. Banyak orang kaya  memberikan persembahan yang dimasukkan ke dalam peti persembahan. Dan diantara orang-orang kaya yang memberikan persembahan itu, ada seorang janda miskin yang juga memberikan persembahan.Disebutkan jumlahnya adalah dua uang tembaga, yaitu uang receh terkecil.Dibandingkan dengan persembahan orang- orang kaya,secara nominal  pasti beda jauh,tidak sebanding. Tetapi apa yang dikatakan Tuhan Yesus atas persembahan janda miskin itu? 

Pada ayat 43 dituliskan:" Sesungguhnya Aku  berkata kepadamu :  Janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan."  Apa  alasan yang membuat Tuhan  mengatakan bahwa persembahan janda itu lebih dari semua orang. 

Ayat 44 :"Sebab, mereka semua memberi  dari kelimpahannya,tetapi janda ini memberi dari kekurangannya semua yang dimilikinya, yaitu seluruh nafkahnya. "

Janda itu hanya memiliki uang dua  tembaga itu,tidak ada yang lain lagi. Jika dia berikan sebagai persembahan semua,berarti tidak ada lagi uang untuk membeli makanan baginya.Bisa dikatakan uang dua tembaga  itu adalah hidupnya,tetapi dia memberikan hidupnya itu sebagai persembahan. Orang- orang kaya memberikan persembahan dalam jumlah yang lebih banyak,tetapi masih ada banyak yang lain untuk hidupnya,tetapi janda miskin itu hanya itu yang dimiliki dan tidak ada yang lain lagi. Persembahan yang sangat besar,karena seluruh nafkahnya,seluruh hidupnya diberikan kepada Tuhan. Janda itu tidak takut dengan bagaimana hidupnya setelah uang yang ada padanya semuanya dipersembahkan.


Janda miskin memberikan pelajaran:                                        

1.Bukan hanya dalam kelimpahan orang memberi persembahan, tetapi dalam keterbatasanpun bisa memberi untuk Tuhan

2.Mengajarkan untuk hidup bergantung kepada Allah, percaya akan pemeliharaan Allah bukan bergantung pada materi

3.Mengajarkan hati tetap melekat pada Allah bukan kepada apa yang dimiliki


Kiranya Tuhan memampukan kita untuk hidup dalam FirmanNya ????????

Pokok Doa: 

- Bangsa dan negara

- Jemaat yang sedang berduka

- Sesama yang terpinggirkan 


Maria S

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.