MEMBAWA DAMAI

  •  Kardiana Jumaini
  •  

Yohanes 12 : 12 -16

Minggu Palma atau secara resmi disebut Hari Minggu Palma Mengenangkan Sengsara Tuhan, adalah hari peringatan dalam liturgi  Gereja Kristen yang selalu jatuh pada hari Minggu sebelum Paskah. Perayaan ini merujuk kepada peristiwa yang dicatat pada empat Injil di Kitab Perjanjian Baru. Dalam perayaan ini dikenang peristiwa masuknya Yesus ke kota Yerusalem dan dielu-elukan oleh orang banyak. Masuknya Yesus Kristus ke kota Yerusalem adalah hal yang istimewa sebab hal ini terjadi  sebelum Yesus disiksamati, dan bangkit dari kematian. Itulah sebabnya Minggu Palma disebut pembuka pekan suci, yang berfokus pada pekan terakhir Yesus di kota Yerusalem.

Situasi Israel saat itu demikian bobroknya. Sebelum Yesus masuk ke Yerusalem, sudah ada rencana untuk membunuh Yesus. Pemimpin-pemimpin agama terus menerus menyebarkan fitnah dan hasutan agar orang-orang semakin membenci Yesus. Mereka juga membuat rencana untuk membunuh Lazarus. Jika demikian situasi di Yerusalem, bukankah seharusnya Yesus masuk ke Yerusalem dengan kuasa dan kekuatan-Nya untuk melawan dan membungkam orang-orang itu ? Bayangkan betapa dahsyatnya bila Yesus masuk ke Yerusalem dengan kuasa dan kekuatan-Nya.

Namun Yesus masuk ke Yerusalem dengan cara yang tidak disangka-sangka. Alkitab mencatat bahwa Yesus masuk ke Yerusalem dengan menunggangi seekor keledai muda. Seekor keledai yang bahkan belum pernah ditunggangi oleh siapapun. Yesus tidak memamerkan kuasa dan kekuatan-Nya untuk berperang melawan orang-orang yang membenci, memfitnah dan menghasutnya. Yesus tidak masuk ke Yerusalem dengan mengendarai kereta perang dengan kuda yang gagah. Yesus justru tampil dengan kesederhanaan, kelemahlembutan dan pesan penuh damai karena Dialah Sang Raja Damai. Walaupun ancaman pembunuhan membayangi kedatangan-Nya, lihatlah ada banyak orang juga yang menyambut kedatangan-Nya dan mengelu-elukan-Nya meskipun sesungguhnya Yesus tidak datang untuk menerima sambutan itu.

Kedatangan Yesus yang menunggangi seekor keledai muda dan penuh kelemahlembutan menggenapkan apa yang tertulis dalam kitab Zakharia 9 : 9 – 10. Raja damai akan datang dan Dia akan menghilangkan semua kereta perang dari Yerusalem. Yesus datang untuk menyelamatkan bukan untuk menghakimi. Yesus datang dengan membawa pesan damai dan keselamatan bukan penghakiman dan kekuatan militer. Walau Dia diincar untuk dibunuh, Yesus tetap konsisten dengan tujuan-Nya datang ke dunia. Dia datang untuk membawa keselamatan dan pengampunan, kelemahlembutan dan damai Sejahtera.

Para penguasa dunia ini berupaya memperluas daerahnya dengan perang. Mereka datang dan  menaklukkan daerah lain untuk memperbesar kekuasaannya dengan kekuatan milter. Mereka menawan dan “memperbudak” rakyat dari daerah yang mereka taklukkan. Bagaimana dengan kita ? Di kehidupan kita sehari-hari adakah kita juga menjadi orang yang menggunakan kekuatan dan kekuasaan kita untuk mengontrol orang lain dengan jalan kekerasan ? Ketika kita mengganggap keberadaan orang lain hanyalah alat demi mencapai kesuksesan dan kebahagiaan kita, bukankah kita tidak ubahnya seperti penguasa dunia yang lalim ? Kita menjadi orang yang membawa ketakutan dan menimbulkan keresahan bagi orang lain. Mari meneladani sikap Yesus yang datang dengan kelemahlembutan dan pesan damai bagi semua orang. Jadilah pembawa damai bagi sesama.

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.