MEMBALAS DENGAN BERKAT
RENUNGAN HARIAN GKI COYUDAN
Rabu, 5 Februari 2025
Membalas dengan Berkat
1 Petrus 3:9
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menghadapi situasi di mana orang lain memperlakukan kita dengan tidak baik. Mungkin ada yang menyakiti kita dengan kata-kata, bersikap tidak adil, atau bahkan sengaja menyinggung perasaan kita. Naluri manusia cenderung ingin membalas, baik dengan kata-kata tajam maupun sikap yang menyakitkan. Namun, Firman Tuhan mengajarkan sesuatu yang berbeda—bukan balas dendam, tetapi berkat.
Petrus menasihati kita untuk tidak membalas kejahatan dengan kejahatan atau caci maki dengan caci maki. Ini bukanlah hal yang mudah, tetapi inilah panggilan kita sebagai anak-anak Tuhan. Mengapa? Karena kita dipanggil untuk menjadi saluran berkat, bukan hanya penerima berkat. Tuhan ingin kita menunjukkan kasih dan kemurahan hati bahkan kepada mereka yang berbuat jahat kepada kita.
Yesus sendiri telah memberi teladan. Saat dihina, Dia tidak membalas. Saat disakiti, Dia tidak mengutuk. Sebaliknya, Dia mendoakan orang-orang yang menyalibkan-Nya, dengan berkata, “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” (Lukas 23:34).
Mari kita renungkan: Adakah orang dalam hidup kita yang sulit untuk kita ampuni atau perlakukan dengan kasih? Bagaimana kita dapat menunjukkan kasih Kristus kepada mereka yang telah menyakiti kita?
Ketika kita memilih untuk membalas kejahatan dengan kebaikan dan memberkati orang lain, kita sedang berjalan dalam kehendak Tuhan. Dan janji Tuhan dalam ayat ini jelas: ketika kita memberkati, kita sendiri akan memperoleh berkat.
Doa:
Tuhan, ajar kami untuk tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi dengan kebaikan. Biarlah hati kami dipenuhi kasih-Mu, sehingga kami dapat menjadi saluran berkat bagi orang lain. Amin.
Pdt Daniel K Gunawan