MELEWATKAN KESEMPATAN
Bacaan: KEJADIAN 4:1-16
Iri hati adalah sikap yang sering dianggap biasa dan wajar. Tidak banyak orang yang menganggap iri hati itu dosa. Atau, kalaupun orang mengatakan itu dosa, maka itu adalah dosa yang ringan yang tidak perlu disikapi dengan serius. Namun, apakah benar demikian?
Kain dan Habel adalah kakak beradik yang sama-sama ingin bersyukur kepada Allah. Mereka sama-sama mempersembahkan dari hasil usaha mereka. Dan dalam bacaan kita hari ini disebutkan bahwa Allah berkenan kepada Habil dan korban perseembahannya, sedangkan Kain dan persembahannya tidak.
Hal inilah yang membuat hati Kain menjadi panas, marah, ada kecemburuan, kekecewaan karena iri kepada adiknya. Tidak disebutkan mengapa Kain dan persembahannya tidak diperkenan Allah,tetapi yang jelas bahwa hal itu membuat Kain sangat marah terhadap adiknya.
Saat Kain iri, marah, kecewa, Tuhan sudah mengingatkan Kain:" Mengapa hatimu panas dan mukamu muram? Apakah mukamu tidak akan berseri,jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip didepan pintu, ia sangat menggoda engkau,tetapi engkau harus berkuasa atasnya"( ayat 6-7). Tuhan mengingatkan Kain untuk segera menguasai diri dan tidak membiarkan diri dikuasai iri hati dan kemarahan, karena jika tidak, maka akan lahir dosa yang berikutnya lagi. Namun sayang, Kain tidak mengindahkan nasehat Allah, kesempatan untuk bertobat itu dibiarkan berlalu, dan akhirnya dosa yang lainpun terjadi. Kain memukul dan membunuh adiknya ketika mereka ada di padang. Apakah dosa sampai disitu saja? Tidak. Allah kembali memberi kesempatan kepada Kain untuk mengakui dosanya dan bertobat, Allah bertanya: " Dimana Habel,adikmu itu?" Dan Kain menjawab:" "Aku tidak tahu! Apakah aku penjaga adikku?" ( ayat 9). Dosa ditutupi dengan dosa yang berikutnya lagi. Dosa melahirkan dosa yang seterusnya lagi karena tidak dimatikan dan diselesaikan.
Firman Tuhan mengajar dan mengingatkan:
- Iri hati juga dosa yang harus disikapi dengan serius, tidak bisa dianggap wajar dan biasa. Jangan membiarkan hati dikuasai oleh iri hati dan kemarahan.
- Ambil kesempatan yang Tuhan berikan untuk bertobat. Indahkanlah nasehat dan teguran Allah. Mematikan dan memutus rantai dosa dengan bertobat kepada Allah, sebab jika dosa tidak segera diselesaikan maka akan melahirkan dosa yang baru, dosa akan ditutupi dengan dosa lagi, dosa akan membuahkan dosa lagi.
- Tidak ada dosa yang bisa dianggap biasa dan sederhana, karena sekecil apapun akan berdampak besar dan membawa kematian.
Pada hari ini, sekiranya kamu mendengar suara-Nya! Janganlah keraskan hatimu (Mazmur 95:7b-8a). Kiranya Tuhan Yesus memberkati.
Pokok Doa:
- Berdoa supaya bisa memaknai minggu-minggu Pra Paskah dengan benar
- Berdoa untuk serangkaian kegiatan Paska.