MELEPASKAN PENGAMPUNAN
KISAH PARA RASUL 7:51-60
Ada sebagian orang yang menjelang ajal, menyampaikan kalimat-kalimat terakhir yang akan selalu diingat dan dikenang. Dan bahkan juga diusahakan untuk bisa diwujudkan. Orang mengatakan itu adalah kalimat wasiat yang akan diusahakan sekuat tenaga untuk bisa dilakukan.
Stefanus diakhir hidupnya juga mengucapkan kalimat-kalimat yang sangat luar biasa.
"Sementara mereka melemparinya, Stefanus berdoa, katanya, " Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku." Sambil berlutut ia berseru dengan suara nyaring, " Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka!" Sesudah berkata demikian, ia pun meninggal. (ayat 59-60).
Dari ayat ini kita menemukan ada 2 kalimat terakhir yang diucapkan oleh Stefanus menjelang ajalnya:
1. Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku (ayat 59).
Saat batu- batu dilemparkan ke tubuhnya, yang Stefanus lakukan adalah berdoa, menyerahkan roh nya kepada Allah. Permohonan supaya Allah berkenan menerima roh nya. Tubuhnya bisa hancur karena perbuatan ganas manusia, tetapi Stefanus memohon supaya Allah berkenan untuk menerima roh nya. Stefanus tidak dikuasai oleh ketakutan menjelang ajalnya, tetapi dia menyerahkan diri kepada Allah.
2. Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka!" (ayat 60)
Ada orang-orang yang membawa sakit hatinya sampai mati, tidak bisa mengampuni sampai akhir hayatnya.
Bagaimana dengan Stefanus?
Stefanus justru berdoa memohon kepada Allah agar berkenan untuk mengampuni dosa orang-orang yang membencinya, yang memusuhinya, yang membuatnya menderita, yang membuatnya akan menjemput ajalnya. Orang-orang itu melempari Stefanus dengan batu, tetapi Stefanus justru berdoa supaya Allah tidak menanggungkan dosa atas mereka. Kalimat yang berarti, di akhir hidupnya bukan kalimat ingin balas dendam, atau kalimat-kalimat kutukan atau umpatan. Tetapi Stefanus melepaskan pengampunan dan doa memohon Allah mengampuni orang-orang yang membuatnya menderita dan menerima ajalnya.
Kalimat-kalimat wasiat yang luar biasa yang diucapkan oleh Stefanus.
Stefanus bukan saja berani menghadapi kematian, tetapi Stefanus juga berani untuk melepaskan pengampunan dan memohonkan pengampunan dari Allah atas kesalahan yang dilakukan oleh orang-orang yang memusuhinya.
Teladan hidup yang luar biasa yang diberikan oleh Stefanus ini.
Natal adalah Dia yang turun dari tempat maha tinggi ke tempat yang paling rendah dalam hidup manusia, Dia yang maha kudus tetapi berkenan untuk menjumpai manusia yang berdosa dan bahkan berkurban demi keselamatan manusia yang memberontakNya. Dia telah mengampuni, mari belajar untuk saling mengampuni. Setiap orang yang sudah ditebus oleh Kristus mendapatkan jaminan keselamatan dan kepastian akan tempat saat kehidupan didunia ini berakhir. Karena itu adalah keuntungan bagi setiap orang percaya yang meninggal dalam iman kepada Kristus, bukan ketakutan.
Kiranya Tuhan senantiasa memberikan kekuatan dan kelembutan hati untuk kita melakukan FirmanNya ????
Pokok Doa:
1. Bersyukur penyertaan Allah di tahun 2023
2. Bangsa dan negara
3. Untuk yang sakit, berduka & pergumulan-pergumulan yang lain
Maria S