MELANGKAH KE DEPAN

  •  Maria Sampyuh
  •  

 
KEJADIAN 19:1-29

Sesudah kedua orang itu menuntun mereka sampai ke luar, berkatalah seorang:"Larilah, selamatkanlah nyawami;janganlah menoleh ke belakang, dan janganlah berhenti dimanapun juga di Lembah Yordan,larilah ke pegunungan, supaya engkau jangan mati lenyap." 
Tetapi isteri Lot, yang berjalan mengikutnya, menoleh ke belakang,lalu menjadi tiang garam ( Kejadian 19: 17 & 26 ). 

Sodom dan Gomora dalam pemandangan Lot adalah kota yang indah, sehingga pada saat Abram meminta untuk memilih, Sodom dan Gomora adalah pilihan Lot (Kejadian 13:10-11). 
Tetapi Tuhan akan memusnahkan kota Sodom dan Gomora karena kejahatan yang dilakukan oleh penduduknya. Abraham sudah menyampaikan permohonan kepada Tuhan untuk tidak memusnahkan kota tersebut, namun sayang ternyata tidak ada 10 orang benar yang ada di kota itu, sehingga Tuhan tetap menghukum kota itu (Kejadian 18:32).  

Tuhan mengingat Abraham, sehingga Lot, isterinya dan anak-anaknya diperingatkan untuk segera keluar, berlari dan meninggalkan kota yang akan dimusnahkan Tuhan tersebut. Ketika Lot berlambat-lambat maka malaikat Tuhan memegang tangan mereka, menuntun mereka keluar untuk meninggalkan kota itu, sebab Tuhan mengasihani mereka ( Kej 19: 16 ). 
Mereka diingatkan untuk lari dan menyelamatkan diri dari hukuman Allah,mereka diingatkan untuk melangkah maju, menatap masa depan, tidak menoleh ke belakang. Tetapi sayang sekali bahwa isteri Lot menoleh ke belakang dan menjadi tiang garam. 

Pelajaran dari Firman hari ini adalah:
1. Allah menghendaki ketaatan penuh, bukan setengah-setengah. Ketaatan setengah sama dengan tidak taat. 
Isteri Lot sudah diingatkan untuk tidak menoleh ke belakang, tetapi dia tidak taat, dalam perjalanan dia menoleh ke belakang. Sekalipun dia sudah keluar pada saat malaikat menuntunnya tetapi dia tidak taat, sehingga dia tidak selamat

2. Tuhan mau melepaskan dan membebaskan dari murka, Tuhan meminta untuk meninggalkan Sodom dan Gomora, dan berlari dalam tuntunan Tuhan. Keputusan untuk mengikut Tuhan berarti kesediaan untuk melepaskan dan meninggalkan kehidupan yang lama, jangan lagi terus menoleh dan kembali pada yang lama, tetapi harus mengarahkan kepada kehidupan yang telah disediakan Allah. 
Jangan berlambat-lambat untuk melangkah dan memulai hidup yang baru, pergunakan setiap kesempatan yang Allah berikan. 

Kiranya Tuhan Yesus memberkati

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.