MALAPETAKA BAGI YANG TIDAK SETIA

  •  Sujud Swastoko
  •  



Yeremia 19:1-15

”Sesungguhnya, Aku akan mendatangkan ke atas kota ini dan semua kota kecilnya seluruh malapetaka yang telah Ku-katakan akan menimpa mereka. Sebab, mereka tegar tengkuk dan tidak mendengarkan perkataan-Ku.” (ay.15 TB2)

Bangsa Yehuda yang telah diselamatkan Allah ternyata terus berbuat jahat dan tidak setia kepada Tuhan. Bahkan mereka tidak lagi percaya kepada Allah dengan mencemarkan nama Tuhan. Mereka memilih menyembah ilah-ilah lain dengan mendirikan tempat-tempat pemujaan dan membakar anak-anak mereka sebagai kurban bagi Ba’al.

Pemberontakan Yehuda dan Yerusalem kepada Allah tersebut membuat murka bagi Allah, sehingga Allah mengutus nabi Yeremia untuk membeli buli-buli dari tanah. Bersama-sama beberapa tua-tua bangsa dan tua-tua para imam, Yeremia berangkat ke Lembah Ben-Hinom, tempat pemujaan dewa Ba’al orang Yehuda.

Kemudian Yeremia menyampaikan firman Tuhan tentang malapetaka yang akan menimpa Yehuda dan Yerusalem karena ketidaksetiaan mereka. Yeremia kemudian memecahkan buli-buli dari tanah tersebut sebagai simbol, bahwa Yehuda dan Yerusalem akan dihancurkan seperti itu. Oleh karena itu, Yeremia menyerukan agar bangsa tersebut bertobat agar terhindar dari malapetaka yang begitu dahsyat.

Sebagai orang yang telah diselamatkan melalui darah Kristus, maka jangan sampai kita berpaling dari Allah. Ketidaksetiaan kepada Allah akan membuahkan kesengsaraan dalam hidup ini. Tidak ada damai sejahtera, yang ada hanya keinginan duniawi yang tidak akan pernah terpuaskan. Namun, saat kita setia dan taat kepada Allah, maka damai sejahtera dari Allah itu akan melimpah di hidup kita.

Oleh karena itu, kita jangan terjebak pada rayuan Iblis untuk mendapatkan kehidupan yang serba enak menurut pandangan dunia, namun pada dasarnya menyesatkan. Kita harus tetap setia dan menunjukkan buah-buah pertobatan dengan ketundukan kita dalam melakukan kehendak Tuhan. 

Pada saat kita setia melakukan perintah Tuhan, maka hati kita akan diliputi rasa damai dan sukacita walaupun harus menghadapi banyak persoalan di dunia ini. Itu terjadi karena Roh Kudus yang terus memberikan kita pengharapan untuk hidup yang lebih baik dan memiliki kehidupan yang kekal. Kiranya Tuhan terus menyertai langkah kita. Amin. 

Pokok Doa
1. Kesejahteraan kota Solo dan sekitarnya.
2. Pergumulan anggota jemaat yang sedang berduka, sakit, masalah pekerjaan, keluarga dll.
3. Pelayanan di GKI Coyudan

Sujud Swastoko

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.