MAKANAN ROHANI
RENUNGAN HARIAN
GKI COYUDAN SOLO
Sabtu, 27 Juli 2024
Yohanes 4:31-34
”Kata Yesus kepada mereka, “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.” (ay.34)
Saat mengerjakan tugas, saking asyiknya kadang kita lupa makan. Makanan yang telah tersedia menjadi terabaikan, karena kita lebih fokus pada tugas yang harus diselesaikan. Ini bukan berarti makanan tidak penting, namun ada hal yang lebih penting yang harus diselesaikan, dan saat tugas itu dilakukan, ada perasaan sukacita.
Tuhan Yesus saat bertemu dengan perempuan Samaria di sumur Yakub, dalam kondisi tubuh yang letih karena perjalanan. Ia beristirahat di pinggir sumuer, sedangkan para murid pergi ke kota untuk membeli makanan. Tentu dalam keadaan letih, haus dan lapar, makanan dan minuman menjadi hal penting. Karena itulah, saat perempuan Samaria datang menimba air, Tuhan Yesus meminta minum.
Percakapan dengan perempuan Samaria menjadikan Tuhan Yesus tidak lapar lagi, karena itu sudah menikmati makanan lain, yaitu memberitakan Injil Kerajaan Allah kepada perempuan Samaria itu. Panggilan untuk melakukan kehendak Bapa dalam setiap waktu dan keadaan, menjadi lebih utama dibandingkan makan makanan jasmani.
Tuhan Yesus yang menyampaikan kabar baik kepada perempuan Samaria melalui percakapan tentang air hidup, yang kemudian membuat perempuan itu percaya Tuhan Yesus adalah Mesias, Sang Juruselamat sehingga ia mengajak orang-orang Samaria untuk datang dan mendengarkan pengajaran Tuhan Yesus. Mereka juga percaya kepada Tuhan Yesus.
Pertobatan perempuan Samaria dan orang-orang lainnya tentu membawa sukacita tersendiri bagi Tuhan Yesus. Karena itulah, waktu para murid datang membawa roti dan diberikan Tuhan Yesus untuk dimakan, Tuhan Yesus mengatakan, ”Pada-Ku ada makanan yang tidak kamu kenal.” (ay.32).
Makanan yang dimaksud adalah melakukan kehendak Bapa, yaitu memberikan pengharapan bagi orang-orang yang percaya agar mereka bertobat dan mengakui Sang Juruselamat.
Dalam kehidupan ini, kita juga jangan fokus pada makanan jasmani, tetapi juga makanan rohani, yaitu mendengar dan melakukan firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari, serta memberitakan kabar baik, yaitu Injil Yesus Kristus. Dengan demikian, kita menjadi anak-anak Allah yang taat dan melalui makanan rohani itu tubuh rohani kita juga terus bertumbuh dan berbuah menjadi berkat bagi sesama manusia.
Kiranya Roh Kudus menolong dan memberkati kita semua. Amin.
Pokok Doa
1. Ibadah Minggu dan penutupan Bulan Anak.
2. Lahan parkir GKI Coyudan.
3. Kesejahteraan Kota Solo Raya.
Sujud Swastoko