MABUK TAPI BUKAN DENGAN ANGGUR
RENUNGAN HARIAN GKI COYUDAN
Kamis, 14 Agustus 2025
MABUK TAPI BUKAN DENGAN ANGGUR
Yeremia 13:12-14
"Maka katakanlah kepada mereka: Beginilah firman TUHAN: Sesungguhnya, seluruh penduduk negeri ini akan Kupenuhi dengan kemabukan: para raja yang duduk di atas takhta Daud, para imam, para nabi dan seluruh penduduk Yerusalem." (Ay. 13)
Pada tahun 1994, Republik Rwanda mengalami salah satu tragedi kemanusiaan terbesar di abad ke-20. Dalam waktu sekitar 100 hari, sekitar 800.000 orang dibantai dalam genosida. Yang mengerikanadalah banyak pelaku pembunuhan adalah tetangga, teman, bahkan keluarga dari korban. Mereka tidak mabuk oleh anggur, tetapi mabuk oleh kebencian, propaganda, dan amarah yang terus menyala. Kebencian itu membuat mereka kehilangan rasa kemanusiaan, hingga apa yang sebelumnya tak terbayangkan menjadi “wajar” di mata mereka. Inilah gambaran nyata bagaimana suatu bangsa bisa hancur bukan hanya oleh senjata, tapi oleh hati yang dipenuhi kebutaan rohani.
Di dalam Yeremia 13:12-14 Tuhan memberi perumpamaan melalui nabinya. Setiap buyung diisi dengan anggur, orang-orang yang mendengarkan itu meremehkannya karena mereka merasa bahwa mereka sudah tahu. Tetapi Tuhan menjelaskan bahwa sebenarnya anggur ini bukanlah anggur secara literal tetapi sesuatu yang mebuat mereka mabuk. Ini adalah keadaan dimana seluruh bangsa dari raja, imam, sampai rakyat akan kehilangan kebijaksaan dan pengendalian diri. Tuhan sendiri akan membiarkan mereka saling berbenturan dan hancur, seperti buyung yang dipecahkan, karena mereka menolak peringatan dan tetap berjalan dalam dosa. Tuhan tidak perlu secara aktif menghancurkan mereka, dengan melepaskan manusia dengan sifatnya yang penuh dosa, manusia akan saling menghancurkan satu sama lain.
Kita tidak harus minum alkohol untuk menjadi “mabuk.” Kita bisa mabuk oleh kemarahan, iri hati, kesombongan, atau dendam. Saat hati kita dikuasai hal-hal itu, kita kehilangan kemampuan untuk berpikir jernih, dan akhirnya melukai orang lain serta menghancurkan diri sendiri. Solusinya adalah membiarkan hati kita dipenuhi oleh Roh Kudus. Dipenuhi Roh Kudus bukanlah sebuah fenomena yang terjadi di momen tertentu, tetapi sebuah proses yang terjadi terus-menerus. Roh Kudus memberi kita damai sejahtera, pengendalian diri, dan hikmat untuk merespons setiap situasi dengan benar.
Yeremia mengingatkan: kemabukan rohani jauh lebih mematikan daripada kemabukan fisik. Anggur hanya merusak tubuh, tapi kemabukan rohani merusak hati, hubungan, dan masa depan. Mari kita menjaga hati agar selalu dipenuhi oleh kasih dan kebenaran Kristus, bukan oleh kemarahan atau kesombongan.
Kiranya Tuhan menolong kita semua, Amin.
Pokok Doa:
1. Berdoa untuk Digital Ministry GKI Coyudan agar dapat memperlengkapi setiap anggota jemaat dari segi spiritualitas maupun pengajaran
2. Berdoa untuk saudra-saudara yang masih kesulitan untuk beribadah karena tindakan intoleransi masyarakat
3. Berdoa untuk pergumulan anggota jemaat yang sedang sakit dan mengalami kesulitan
Reggy Leo