LUAPAN HATI

  •  Gerald Raynhart Stephen
  •  

Renungan Harian GKI Coyudan

Rabu, 10 Desember 2025

Bacaan: Matius 12:33-37


Luapan Hati


"Don't judge the book by its cover" adalah sebuah istilah untuk menjelaskan bahwa jangan menilai seseorang dari penampilan atau dari apa yang terlihat. Istilah ini juga mengajak setiap kita untuk tidak segera menghakimi orang lain. Tetapi apakah selalu, setiap orang memiliki penampilan yang berbeda dengan hatinya? Apakah selalu, setiap orang bertindak berbeda dengan penghayatannya? Terkadang, tanpa harus menghakimi penampilan, kita bisa tahu apa isi hati orang tersebut.


Ketika itu, Yesus sedang melakukan pengusiran roh jahat. Ada seorang yang buta dan bisu dibawa kepada Yesus untuk disembuhkan. Seketika itu juga Yesus mengusir roh jahat pada orang itu dan kemudian orang itu pun sembuh. Hal itu pun membuat takjub semua orang, termasuk orang Farisi.


Orang Farisi yang masih terus mencari kesalahan Yesus itu berkata bahwa Yesus mengusir roh jahat dengan kuasa Beelzebul atau kuasa setan. Hal ini menunjukkan betapa benci dan kesalnya orang Farisi itu. Pada waktu itu orang-orang yang mampu mengusir roh jahat dianggap sangat hebat. Apalagi dikalangan orang Farisi yang dianggap paling suci dan paham Taurat pun hanya sedikit yang mampu mengusir roh jahat. Maka dari itu, ketika Yesus membuat semua orang takjub karena mampu mengusir roh jahat, orang Farisi itu pun iri. Dan sayang sekali bahwa kebencian orang Farisi itu berujung pada merendahkan kekuatan Yesus, bahkan mengatakan sesuatu yang salah besar. Yesus menegor dan berkata bahwa tidak mungkin Yesus mengusir roh jahat dengan kekuatan setan, sebab hal itu akan meruntuhkan kerajaan setan itu sendiri. 


Yesus pun kemudian menegor kembali tentang perkataan orang Farisi itu. Yesus menjelaskan bahwa apa yang menjadi perkataan orang Farisi itu meluap dari dalam hatinya. Ketika orang Farisi itu merendahkan kuasa Yesus, itu menandakan bahwa hati orang Farisi itu dipenuhi dengan kebencian dan kejahatan. Apa yang terdengan dari perkataan orang Farisi itu berasal dari dalam hatinya. Atau bisa kita katakan penampilan dan tindakan orang Farisi itu mencerminkan isi hatinya. 


Pada akhirnya berbicara tentang penghakiman. Yang paling besar dampaknya bukanlah penghakiman dari manusia melainkan penghakiman dari Tuhan. Yesus berkata bahwa pada hari penghakiman perkataan itu akan dipertanggungjawabkan. Apakah perkataan itu adalah perkataan yang membangun atau menjatuhkan. Apakah perkataan itu adalah perkataan yang benar atau fitnah dan bohong. Semua itu akan dihakimi oleh Tuhan sendiri.


Pada akhirnya kita memang tidak bisa menghakimi orang lain dari penampilannya atau perkataan dan tindakannya. Hal itu karena kita pun manusia berdosa yang bisa sangat licik mengkamuflase hati kita. Tetapi kita perlu mengingat penghakiman Tuhan akan perkataan dan tentunya isi hati kita, sebab perkataan kita meluap dari dalam hati kita. Bersihkan hati kita, dan dekatkan diri pada Tuhan, mohonlah kepada Tuhan agar hati kita dipenuhi oleh hikmat Tuhan dan bukan hikmat diri sendiri.


Pokok Doa:

1. Pergumulan studi dan pekerjaan remaja pemuda GKI Coyudan

2. Korban bencana sumatera dan yang lainnya

3. Pergumulan jemaat yang sakit dan lanjut usia


Gerald Raynhart Stephen

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.