LEBIH DARI PEKERJA
Renungan Harian GKI Coyudan
Jumat, 01 Mei 2026
LEBIH DARI PEKERJA
1 Petrus 2:9 (TB)
"Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib"
Profesi di zaman sekarang bukan hanya tentang mendapatkan nafkah untuk hidup, tetapi juga tentang status di masyarakat. Kita melihat kecenderungan untuk menghormati profesi tertentu seperti dokter atau dosen, sementara pekerjaan seperti kasir, pelayan, dan buruh sering dipandang lebih rendah, bahkan diremehkan.
Namun, Surat 1 Petrus 2:9 memberikan fondasi yang jauh lebih dalam. Identitas kita tidak ditentukan oleh profesi, melainkan oleh siapa kita di hadapan Allah. Kita adalah umat pilihan, imamat rajani, dan milik kepunyaan-Nya. Dari sini kita belajar bahwa nilai seseorang tidak pernah bergantung pada jabatan, gaji, atau status sosial. Semua memiliki martabat yang sama di dalam Allah.
Sebagai “imamat rajani,” kita dipanggil untuk menjalankan peran imam bukan hanya di ruang ibadah, tetapi di seluruh hidup kita. Itu berarti pekerjaan sehari-hari menjadi bagian dari pelayanan kepada Allah. Tempat kerja bukan sekadar tempat mencari nafkah, tetapi juga tempat menghadirkan nilai-nilai Kerajaan Allah.
Lebih jauh lagi, pekerjaan kita menjadi sarana kesaksian. Ketika kita bekerja dengan integritas, setia dalam hal kecil, dan memperlakukan orang lain dengan hormat, kita sedang “memberitakan perbuatan-perbuatan besar dari Dia” melalui hidup kita.
Jika kita seorang pekerja, kita diingatkan untuk tidak mengukur nilai diri dari pekerjaan kita, tetapi dari identitas kita di dalam Allah, sambil tetap bekerja dengan setia dan bertanggung jawab.
Jika kita memiliki posisi atau otoritas, kita dipanggil untuk memperlakukan setiap pekerja dengan hormat dan adil, karena mereka bukan sekadar tenaga kerja, melainkan sesama umat yang dikasihi dan bernilai di mata Allah.
Pokok Doa:
Berdoa untuk perdamaian dunia, secara khusus konflik di Timur Tengah.
Reggy Leo