KURBAN YANG SEMPURNA
Bacaan: Ibrani 10:1-5, 10, 14
"Dan karena kehendak-Nya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus. Sebab oleh satu korban saja Ia telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang Ia kuduskan." (Ibrani 10:10, 14)
Hari ini kita sudah memasuki Minggu ke-2 setelah Epifani. Epifani artinya penampakan diri atau kedatangan. Dalam tradisi gereja kata epifani digunakan sebagai hari raya penampakan Tuhan menjadi manusia melalui kelahiran Yesus Kristus.
Kedatangan Yesus Kristus menjadi penggenap janji Allah dalam menyelamatkan manusia dari hukuman dosa. Karya keselamatan di dalam Yesus Kristus melalui pengurbanan-Nya di kayu salib menjadikan Ia kurban yang sempurna untuk menebus manusia dari dosa. Karena sebelumnya orang-orang Yahudi memegang hukum Taurat dan mereka setiap tahun mempersembahkan kurban penebus dosa untuk keselamatan mereka.
Namun, dalam Ibrani 10:1 disebutkan, "Di dalam hukum Taurat hanya terdapat bayangan saja dari keselamatan yang akan datang ... hukum Taurat tidak mungkin menyempurnakan mereka yang mengambil bagian di dalamnya." Melalui persembahan kurban domba atau lembu setiap tahun, orang diperingatkan akan adanya dosa. Tetapi tidak mungkin darah lembu jantan atau darah domba jantan menghapus dosa (ay.3,4).
Allah sendiri telah menyediakan kurban yang sempurna, yaitu Anak domba Allah atau Yesus Kristus. Yohanes Pembaptis waktu melihat Yesus, ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia." (Yoh.1:29) Melalui darah Kristus yang tercurah, maka Ia telah menjadi kurban yang sempurna untuk menghapus dosa dunia. "Sebab oleh satu kurban saja Ia telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang Ia kuduskan." (Ibr. 10:14).
Oleh karena itu, berbahagialah orang yang telah bertobat dari kehidupan yang penuh dengan perbuatan dosa dan percaya kepada Kristus, karena dosanya telah diampuni dan dia hidup dalam kekudusan karena Kristus. Roh Kudus akan tinggal dalam hidupnya dan menuntun dirinya agar tetap hidup dalam kekudusan dan kebenaran.
Kehadiran Allah melalui Yesus Kristus memberi pengharapan bagi manusia untuk menjadi ciptaan yang hidup sesuai kehendak-Nya, yaitu dengan cara meneladani kehidupan Tuhan Yesus yang setia dan taat kepada Allah. Jika kita percaya kepada Kristus, maka kita juga seharusnya taat dan setia melaksanakan firman Tuhan, hidup dalam kebenaran dan kekudusan, serta menjadi saksi Kristus untuk menghadirkan kerajaan Allah di dunia ini. Amin.
Pokok Doa:
- Pergumulan anggota jemaat dalam keluarga, pekerjaan, sakit penyakit, relasi dengan sesama.
- Panitia Paska.
- Program orang tua asuh untuk PPA Daniel.
Sujud Swastoko