KUDUSNYA TUHAN
Renungan Harian GKI Coyudan
Senin, 1 Juli 2024
Bacaan: Imamat 21:1-15
Kudusnya Tuhan
Keteraturan itu begitu penting dalam hidup manusia. Sebab jika keteraturan itu hilang maka manusia akan hidup dalam kekacauan. Mengapa demikian? Manusia memiliki kecenderungan untuk melakukan yang jahat, dan jika tidak ada aturan yang mengatur maka manusia akan melakukan segala sesuatu dengan sesuka hati. Dengan demikian maka dunia akan mengalami kerusakan dan kekacauan. Bahkan ketika sudah ada aturan saja manusia tetap kesulitan untuk menahan diri dan menaati aturan yang ada. Lalu bagaimana dengan orang percaya? Setiap kita memang telah ditebus oleh darah Kristus, namun kita masih diberikan kesempatan untuk tinggal di dunia dan tetap perlu untuk taat kepada Tuhan.
Dalam perikop yang kita baca menjelaskan tentang bagaimana seorang Imam haruslah memiliki hidup kudus. Mengapa demikian? Berkali-kali sebenarnya telah diungkapkan juga oleh Tuhan bahwa Imam itu haruslah kudus bagi Tuhan, dan juga karena Imam itulah yang akan mempersembahkan korban bakaran kepada Tuhan (ay. 6, 7). Hal ini menunjukkan betapa pentingnya bagi Imam untuk hidup kudus di hadapan Tuhan. Selain itu hal menjaga kekudusan bukan hanya menjadi tugas Imam saja, melainkan umat juga harus menjaga kekudusan Imam mereka, karena Imam tersebutlah yang akan mempersembahkan korban bagi mereka kepqda Tuhan (ay. 8).
Menjaga kekudusan adalah suatu hal yang penting, namun lebih daripada itu kita dapat melihat juga berkali-kali Tuhan menyatakan diri-Nya kepada kita. Ia berkata bahwa Dia lah Tuhan, Ia juga menguduskan setiap umat-Nya, dan Ia sendiri menyatakan bahwa Dia juga kudus. Sehingga jelas sekali bahwa fokusnya di sini adalah kepada Tuhan yang kudus. Pernyataan Tuhan atas kekudusannya seharusnya dapat membuat kita kembali sadar bahwa kita adalah manusia yang kotor dan hina.
Maka dari itu untuk menjaga kekudusan, bukan lagi fokus kepada kekudusan itu sendiri. Sebab jika kita tidak tahu mengapa dan untuk siapakah kita menjaga kekudusan, kita tentu akan segera meninggalkannya. Tetapi saat ini kita disadarkan dan diingatkan bahwa Tuhan yang kudus, yang telah menebus hidup kita itulah yang memerintahkan kita untuk hidup kudus. Dengan demikian bukankah kita manusia yang penuh dosa ini perlu terus berusaha menjaga kekudusan selama kita hidup bersama Tuhan yang kudus? Mari miliki hidup kudus dihadapan Tuhan karena Tuhan juga adalah Tuhan yang kudus.
Pokok Doa:
1. Pergumulan studi dan pekerjaan remaja pemuda GKI Coyudan
2. Rangkaian Bulan Anak
3. Pergumulan jemaat yang sakit dan lanjut usia
Gerald Raynhart Stephen