KUALITAS HIDUP ANAK TUHAN

  •  Johanis Melsasail
  •  

Renungan Harian GKI Coyudan

Kamis, 7 Mei 2026


KUALITAS HIDUP ANAK TUHAN


Kejadian 6:9 Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah orang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah...



Ada pandangan yang mengatakan bahwa jika kita ingin menunjukkan sebengkok apa sebuah tongkat besi yang ada di tangan kita, maka kita tidak perlu menggambarkan dan menjelaskannya secara panjang lebar. Letakkan saja tongkat yang bengkok tersebut di sebelah sebuah tongkat yang lurus, maka akan terlihat jelas bagaimana bengkoknya tongkat itu. Demikianlah kehidupan manusia pada zaman Nuh, moral manusia sangat merosot, kejahatan merajalela di mana-mana, namun, hal ini tidak berlaku bagi Nuh. Dia tetap mampu menjaga kesucian hidupnya di tengah-tengah kehidupan manusia yang menyimpang dari jalan-jalan Allah.


Untuk menggambarkan bagaimana ketaatan Nuh kepada Allah di tengah rusaknya moral manusia pada waktu itu, maka firman Tuhan saat ini mengajak kita untuk memperhatikan tiga hal...

Pertama Bumi pada zaman Nuh benar-benar menunjukkan kerusakan hidup yang luar biasa, baik secara moral maupun kerohanian. Tetapi Nuh tetap hidup benar untuk Tuhan. 

Kedua Meskipun berada di tengah-tengah dunia yang telah rusak dan tercela secara moral dan spiritual, Nuh tetap mampu menjaga kualitas hidupnya sebagai anak Tuhan agar memuliakan Tuhan dan berkenan kepada Tuhan. 

Ketiga Nuh bukan hanya tidak bercela dihadapan Tuhan, tetapi ia juga merupakan pribadi yang taat dan penurut akan apa yang dikatakan Tuhan kepadanya. Hal ini bisa dilihat dengan tindakannya yang menuruti kehendak Tuhan untuk membuat bahtera sesuai petunjuk Allah.


Demikianlah juga dengan kita. Kita diharapkan untuk memiliki kualitas hidup seperti yang Tuhan kehendaki. Yaitu suatu kualitas hidup seperti Nuh. Tuhan menghendaki agar kita hidup dalam kebenaran dan tidak tercela di tengah-tengah situasi kehidupan dunia yang bobrok dan tidak bermoral. Selanjutnya sebagai anak-anak Tuhan, kita hendaknya berani melawan godaan dunia, sekalipun teman-teman dan orang-orang di sekitar kita tidak mendukung kita malah mencemooh kita dengan menganggap kita sok suci. Ingatlah.. bahwa Tuhan memakai kita sebagai anak-anak-Nya untuk mengerjakan proyek besar dari Tuhan yaitu menghadirkan kerajaan Allah melalui hidup dan pelayanan kita di tengah dunia.


Doa: Bapa kami yang ada di Surga, mampukan kami anak-anak-Mu untuk memiliki hidup yang berkualitas agar kami tidak terkontaminasi dengan pola hidup yang penuh noda dan cela. Tolonglah kami ya Bapa untuk mempercayakan diri kepada-Mu lebih dalam lagi. Dalam nama Tuhan Yesus kemi memohon.. Amin.


Johanis Melsasail

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.