KONSISTEN MEMBERITAKAN INJIL KRISTUS
Roma 15:14-21
”Sebab aku tidak akan berani berkata-kata tentang sesuatu yang lain, kecuali tentang apa yang telah dikerjakan Kristus olehku, yaitu untuk memimpin bangsa-bangsa lain kepada ketaatan, oleh perkataan dan perbuatan, oleh kuasa tanda-tanda dan mujizat-mujizat dan oleh kuasa Roh.” (ay.18-19a)
Rasul Paulus merupakan rasul yang konsisten dalam memberitakan Injil Yesus Kristus. Padahal dengan segala kekayaan pengetahuan dan kekuasaan yang pernah dimilikinya sebagai orang kepercayaan para pemimpin agama Yahudi sebelum dia bertobat, dia bisa saja memberitakan tentang dirinya yang “hebat” di masa lalu.
Rasul Paulus sebenarnya orang yang hebat sebagai orang Yahudi. Dia orang Ibrani asli, termasuk golongan Farisi yang taat dalam melaksanakan hukum Taurat, mendapat pendidikan agama yang baik sehingga memiliki pengetahuan agama yang sangat baik, bahkan dipercaya oleh Mahkamah Agama untuk mencari orang yang dianggap sesat, yaitu yang mengikut ajaran Kristus.
Namun setelah dia menjadi murid Kristus, “kehebatan” tersebut ditanggalkannya. Dia merasa apa yang dia miliki sebelumnya tidak ada apa-apanya dibanding dengan pengenalan dirinya akan Yesus Kristus yang telah menyelamatkan hidupnya. Oleh karena itu dalam berbagai kesempatan, dia lebih memfokuskan diri untuk memberitakan tentang Injil Yesus Kristus, bukan memberitakan tentang kehebatan dirinya. Dengan demikian lebih banyak orang yang mengenal Kristus dan diselamatkan.
Rasul Paulus dalam kapasitasnya sebagai pelayan Kristus mengingatkan Jemaat di Roma bahwa dirinya telah dipanggil untuk memberitakan Injil kepada orang-orang non-Yahudi agar bangsa-bangsa bukan Yahudi juga diselamatkan dan disucikan oleh Roh Kudus. Dia konsisten dalam memberitakan Injil Yesus Kristus.
”…aku tidak berani berkata-kata tentang sesuatu yang lain, kecuali tentang apa yang telah dikerjakan Kristus olehku.” (ay.18). Rasul Paulus melaksanakan amanat Tuhan Yesus untuk memimpin bangsa-bangsa bukan Yahudi kepada ketaatan akan firman Tuhan. Ketaatan yang dimaksudkan bukan hanya di mulut, tetapi yang diwujudkan juga dalam perbuatan nyata.
Paulus merasa terhormat bisa memberitakan Injil Yesus Kristus ke tempat-tempat, di mana nama Kristus belum dikenal. Dia merasa terhormat karena diberikan kesempatan untuk memperkenalkan Yesus Kristus kepada bangsa-bangsa bukan Yahudi sehingga semakin banyak orang yang mengenal Kristus.
Sebagai jemaat Tuhan, kita juga perlu melihat sekitar dan menunjukkan kepedulian terhadap orang-orang yang belum percaya kepada Yesus Kristus. Melalui perkataan dan perbuatan kita, mereka bisa menyaksikan Kristus dan menerima berita tentang Dia, dan yang belum pernah mendengar tentang Kristus, bisa mendengar dan mengerti jalan keselamatan.
Kiranya Roh Kudus memampukan kita untuk memberitakan tentang Yesus Kristus yang telah menyelamatkan kita dari kuasa dosa yang mematikan. Amin.
Pokok Doa
1. Pelaksanaan Bulan Anak
2. Pergumulan anggota Jemaat.
3. Kerukunan umat di Indonesia.