KOMITMEN PEMBERITA INJIL

  •  Sujud Swastoko
  •  

RENUNGAN HARIAN

GKI COYUDAN SOLO

Selasa, 9 Desember 2025


Komitmen Pemberita Injil

Roma 15:14-21


”Demikianlah dalam perjalanan keliling dari Yerusalem sampai ke Ilirikum aku telah memberitakan sepenuhnya Injil Kristus.”  (ay.19b)


Rasul Paulus benar-benar seorang rasul, seorang utusan untuk memberitakan Injil yang memiliki komitmen tinggi dalam melaksanakan panggilannya. Paulus (atau dalam bahasa Yahudinya disebut Saulus), dulunya dikenal sebagai seorang Farisi yang begitu bersemangat mengejar pengikut Kristus untuk dijebloskan ke penjara atau dibunuh. 


Kehidupan Paulus berubah total setelah Tuhan Yesus secara pribadi menjumpainya saat dalam perjalanan menuju Damsyik. Pengalaman iman yang luar biasa yang mengubah hidup Paulus, sehingga ia meninggalkan kehidupan lama, masuk pada kehidupan baru menjadi pengikut Yesus yang setia.


Dalam bacaan kita hari ini, Paulus kepada Jemaat di Roma dengan mengingatkan bahwa bangsa-bangsa lain juga perlu menerima keselamatan melalui pemberitaan Injil Yesus Kristus. Injil Yesus Kristus bukan hanya untuk orang Yahudi, tetapi juga untuk bangsa-bangsa lain. Dengan pemberitaan Injil inilah, banyak bangsa akan menerima Injil Yesus Kristus dan percaya kepada Tuhan Yesus sebagai Juruselamat. 


Paulus sendiri mengakui bahwa dia diberi anugerah oleh Allah untuk menjadi pelayan Kristus Yesus bagi bangsa-bangsa lain dalam pemberitaan Injil. Pada saat bangsa-bangsa non-Yahudi percaya kepada Kristus, maka menurut Paulus, mereka menjadi persembahan yang berkenan kepada Allah, yang disucikan oleh Roh Kudus.


Oleh karena itulah, Paulus menggunakan seluruh sisa hidupnya untuk memberitakan Injil Yesus Kristus agar bangsa-bangsa taat kepada Allah yang dibuktikan melalui perkataan dan perbuatannya. Ia merasa terhormat saat bisa memberitakan Injil kepada orang-orang yang belum mendengar Injil. Komitmen itulah yang terus dipegang sebagai pelayan Kristus.


Dalam masa Adven ini, melalui apa yang dilakukan oleh Rasul Paulus, kita diingatkan untuk juga memegang komitmen kita sesuai panggilan yang Tuhan berikan. Tuhan telah menyelamatkan kita melalui karya keselamatan yang dilakukan Tuhan Yesus, mulai dari kelahiran-Nya, pengajaran-Nya, penderitaan hingga kematian-Nya, dan juga kebangkitan-Nya. 


Kasih Kristus begitu nyata, sehingga kita sebagai umat tebusan atau yang diselamatkan, harus menjaga komitmen untuk memberitakan Injil melalui perkataan kita, melalui perbuatan-perbuatan kita, dan juga keteladanan hidup kita. Kita dipanggil untuk bersaksi, sehingga kita harus berani bersaksi melalui kehidupan kita di manapun, baik dalam pekerjaan, keluarga, masyarakat, maupun pelayanan gereja.


Dengan pimpinan Roh Kudus, maka kita akan dimampukan untuk terus menjaga komitmen dalam melayani Tuhan untuk memberitakan Injil Yesus Kristus. Kiranya Roh Kudus menuntun dan selalu menyertai seluruh hidup kita. Amin.  


Pokok Doa

1. Penanganan korban bencana longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

2. Saudara kita yang sedang mencari pekerjaan, dibukakan jalan oleh Tuhan.

3. Doakan Radio Immanuel dan Panti Wredha Asih.


Sujud Swastoko

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.