KISAH ALLAH YANG TIDAK PERNAH MENYERAH

  •  Lucas Adhitya Aryanto Sudarmadi
  •  

Kisah Para Rasul 7:30-40

Bacaan kita hari ini adalah pertanggungjawaban iman dari seorang diaken bernama Stefanus di hadapan Mahkamah Agama Yahudi. Melalui kesempatan pertanggung jawaban itu Stefanus menceritakan kepada Mahkamah Agama Yahudi bagaimana sesungguhnya Tuhan selalu memanggil umat-Nya untuk masuk ke dalam anugerah keselamatan dari masa ke masa. Sayang dalam keberdosaannya umat Allah justru seringkali menolak hamba-hamba yang diutus itu dan bahkan tidak sedikit yang menganiaya bahkan membunuh.  

Dalam perikop kita secara khusus berbicara tentang Musa yang berulang kali mengalami penolakan oleh umat Allah, tetapi Musa tetap Tuhan pakai untuk menjadi penyelamat bagi umat Israel di perbudakan hingga keluarnya dari tanah Mesir. Yang berarti bahwa kasih Allah kepada umat-Nya ini sesungguhnya adalah kasih yang rela melupakan penolakan, dengan tetap menyediakan pengampunan dan bahkan keselamatan bagi umat yang mau bertobat dan berbalik kembali kepada Tuhan.

Demikian halnya para pemuka agama dan orang-orang Yahudi yang menolak Yesus dan menyalibkan-Nya, sesungguhnya tetap tersedia kasih dan pengampunan Allah bagi mereka yang mau bertobat, berbalik dari segala kejahatannya dan percaya kepada karya kasih Allah dalam Tuhan Yesus.

Melalui kisah Stefanus ini kita diajak untuk menyadari bahwa penolakan dan penganiayaan yang terjadi oleh karena Kristus hendaknya tidak membuat iman kita kendur dan undur. Sebaliknya meneladan pada Kristus yang tetap mengupayakan pengampunan itu selangkah demi selangkah menuju kayu salib, demikian juga halnya kita sepatutnya belajar untuk giat, tabah dan tekun untuk memberitakan kasih Allah kepada siapapun, bahkan kepada mereka yang menolak kita. 

Bukankah Stefanus pun tetap menyatakan permohonan pengampunan Tuhan atas mereka yang merajam dia dengan batu ?! Dan hasilnya, seorang Saulus yang merestui pembunuhan Stefanus itu di kemudian hari mendapatkan jalan pertobatannya dan menjadi salah satu rasul Tuhan yang luar biasa.

Karena itu, perjuangkanlah terus kasih dan pengampunan Allah melalui kehidupan kita, sekalipun berat dan sulit, tetapi jika kita hidup dalam anugerah Allah yang penuh maka kehidupan kita akan menjadi sarana pernyataan kasih Allah yang mempertobatkan orang. Perjuangkanlah terus Kasih Allah yang Tidak Pernah Menyerah. Amin.

Pokok Doa :
1.    Untuk kelancaran persiapan kebaktian minggu 3 Maret 2024 (mendoakan para pelayan ibadah dan anggota jemaat yang hadir dalam kebaktian).
2.    Untuk perdamaian dunia.
3.    Untuk upaya pemberitaan Injil dan panggilan pertobatan semua orang.

Pdt. Lucas Adhitya Aryanto Sudarmadi

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.