KETEKUNAN DAN IMAN
Renungan Harian GKI Coyudan
Senin, 6 Oktober 2025
Ketekunan & Iman
Yakobus 1:2–5
Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apa pun. Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, – yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit –, maka hal itu akan diberikan kepadanya.
Pernahkah Saudara melihat seorang anak yang gelisah menjelang ujian di sekolah? Atau mungkin Saudara sendiri pernah mengalaminya. Biasanya, wajah menjadi tegang, tangan terasa dingin, dan pikiran penuh dengan kekhawatiran: “Kalau aku gagal bagaimana?” Namun, setelah ujian selesai, apalagi kalau hasilnya baik, senyuman banggalah yang terlihat karena ternyata anak itu atau barangkali kita ternyata bisa menghadapinya. Ujian yang awalnya menakutkan, ternyata menjadi kesempatan untuk bertumbuh dan membuktikan kemampuan.
Begitu pula dengan iman kita. Tuhan kadang mengizinkan “ujian hidup” datang bukan untuk menakut-nakuti, tetapi untuk menumbuhkan ketekunan dan keyakinan kita kepada-Nya. Yakobus menulis bahwa ujian menghasilkan ketekunan, dan ketekunan menuntun kita pada kedewasaan rohani. Tanpa ujian, iman hanya sebatas kata-kata; tetapi dengan ujian, iman menjadi nyata, kokoh, dan hidup.
Sama seperti orang tua yang mendukung anaknya belajar dan memberi semangat di tengah stres menjelang ujian, demikian juga Tuhan menyertai kita dalam setiap proses hidup. Ia tidak meninggalkan kita di tengah panasnya cobaan. Justru di sanalah, Ia meneguhkan dan memurnikan iman kita agar semakin bersinar.
Jadi, ketika hidup terasa seperti “hari ujian”, jangan takut. Hadapilah bersama Tuhan. Sebab di balik setiap ujian, ada kasih yang bekerja—kasih yang menguatkan, membentuk, dan memampukan kita untuk tetap teguh sampai akhir, yaitu kasih-Nya. Amin.
Pokok Doa:
1. Tumbuh-kembang iman & karakter anak-anak
2. Relasi anak dengan keluarganya
3. Pergumulan jemaat yang sakit & berduka
Yohana Jessica