KESEMPATAN MEMBERITAKAN DI TENGAH PENDERITAAN

  •  Lucas Adhitya Aryanto Sudarmadi
  •  

Bacaan: Kisah Para Rasul 8: 1-8

Jemaat Kristen mula-mula adalah jemaat yang bertumbuh dan bertambah dengan pesat sehingga hal ini membuat para pemuka agama Yahudi cemas dan akhirnya mengambil jalan pintas yang paling pahit, yaitu memulai "perburuan" mereka terhadap orang-orang percaya di Yerusalem dari rumah ke rumah. Situasi ini membuat sebagian besar umat Tuhan "dipaksa" untuk pergi meninggalkan persekutuan mereka di Yerusalem dan berkelana di daerah Yudea dan Samaria.

Tetapi kesaksian Alkitab menunjukkan bahwa sekalipun mereka terpisah dari saudara-saudara seiman yang ada di Yerusalem dan terpisah dari para rasul yang masih menetap di sana, tidak berarti peranan mereka sebagai umat Tuhan berhenti. Mereka yang tersebar ini ternyata terus menerus memberitakan Injil Tuhan Yesus Kristus melalui kehidupan mereka.

Secara khusus dicatat dalam bacaan kita, seorang penginjil bernama Filipus yang termasuk dari 7 orang yang dipilih menjadi "pelayan jemaat" (Kisah Para Rasul 6: 5) juga menyingkir ke daerah Samaria. Pada salah satu kota di daerah Samaria itu Filipus terus memberitakan Injil, dan melalui tanda-tanda penyembuhan dan pengusiran roh jahat yang menyertainya kota itu dipenuhi sukacita.

Sama seperti peristiwa kematian Yesus di kayu salib justru menjadi tonggak iman Kristen atas kemenangan Yesus dari kuasa dosa, demikian juga penderitaan yang dialami oleh jemaat mula-mula justru diubahkan menjadi kemenangan karena berita Injil justru semakin tersebar. 

Inilah salah satu keunikan kehidupan setiap orang yang sungguh-sungguh mengikut Yesus!  Yaitu bahwa di tengah segala keterdesakan, keterancaman dan serba ketidakpastian, berita Injil tetap menjadi jalan hidup umat Tuhan. Penderitaan tidak menyurutkan iman, tetapi justru menjadi kesempatan untuk memberitakan Kristus yang rela menderita demi menebus manusia dari kuasa dosa.

Demikian halnya setiap kita yang saat ini diajak untuk terus menerus menggunakan kesempatan yang ada untuk memberitakan Injil Tuhan Yesus Kristus. Dalam segala kesempatan, sebab Tuhan dapat memakai kesukaran kita justru menjadi alat untuk membentuk kita dan memperlengkapi kita demi memberitakan Injil Tuhan Yesus Kristus, yaitu kasih dan pengampunan Tuhan bagi setiap orang yang datang kepada-Nya. Amin.

Pokok Doa:

  1. Berdoa untuk berkat kesehatan dan hikmat Tuhan bagi para aktivis gereja yang melayani di dalam dan di luar gereja.
  2. Berdoa untuk kesatuan hati jemaat GKI Coyudan termasuk PJ (Pos Jemaat) Joyotakan, PJ Solo Baru dan Pos Kebaktian Baturan Indah.
Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.