KESEDIAAN MERENDAHKAN DIRI #1

  •  Sujud Swastoko
  •  


Kisah Para Rasul 21:17-26

Keberhasilan pelayanan Rasul Paulus kepada orang-orang Yahudi dan non-Yahudi yang berada di rantau atau negeri asing tidak begitu saja mendapatkan sambutan yang baik. Paulus yang dulunya pekerjaannya menganiaya murid Kristus, kini telah menjadi murid Kristus dan tidak henti-hentinya memberitakan Injil Yesus Kristus.

Dengan kemampuan dan semangat yang tinggi dalam mengabarkan Injil, Rasul Paulus memberitakan Injil tidak hanya terbatas pada orang-orang Yahudi yang berada di perantauan saja, tetapi juga meluas ke orang-orang non-Yahudi. Banyak dari antara mereka bertobat dan percaya kepada Yesus Kristus, Sang Mesias yang menjadi juruselamat manusia.

Sehingga waktu Paulus tiba di Yerusalem dan menceritakan bagaimana Allah bekerja sehingga banyak orang-orang Yahudi percaya kepada Kristus, dan juga banyak orang non-Yahudi yang bertobat, mendapat respon yang baik dari para pemimpin Kristen yang ada di Yerusalem tersebut.

Tentu saja berita tersebut mendapat tanggapan baik. Namun, para pemimpin agama Kristen di Yerusalem menyampaikan kabar bahwa Paulus telah mengajar orang-orang Yahudi di perantauan untuk melepaskan hukum Taurat, yaitu tidak membolehkan orang bersunat dan hidup dalam tradisi nenek moyang. 

Tentu saja kabar tersebut tidak benar dan dihembuskan oleh orang yang tidak suka dengan Paulus. Kabar tersebut dihembuskan oleh orang-orang Yahudi yang tidak suka kepadanya untuk menyerangnya. Kabar yang tidak benar tersebut tentu saja bisa menimbulkan perpecahan bagi umat Kristen pada saat itu.

Oleh karena itulah maka para pemimpin agama Kristen meminta Rasul Paulus untuk melakukan pentahiran agar orang-orang yang selama ini mencurigainya bisa menerimanya kembali. Melalui pentahiran tersebut berarti Rasul Paulus telah membantah kabar yang tidak benar.

Paulus mengikuti perintah untuk melakukan pentahiran tersebut. Hal ini menunjukkan kesediaan dirinya untuk merendahkan diri mengikuti aturan yang ada, walaupun sebenarnya hal itu tidak perlu karena dia memang tidak melakukan kesalahan.

Kesediaan merendahkan diri dalam hal-hal tertentu memang penting untuk dilakukan oleh umat Tuhan. Merendahkan diri bukan berarti karena kita bersalah, tetapi merendahkan diri merupakan usaha untuk menunjukkan bahwa kita menghormati dan mentaati aturan yang ada, dan tidak menjadi batu sandungan bagi pekabaran Injil.

Sebagai umat Tuhan maka kita juga harus menunjukkan sikap rendah hati dengan bersedia merendahkan diri untuk hidup dalam kebenaran. Hidup dalam pimpinan Roh Kudus. Kita harus membuang jauh-jauh perilaku yang bisa melemahkan iman orang lain. Oleh karena itu marilah kita menjalani kehidupan ini dengan tunduk kepada Allah dan  bersedia untuk merendahkan diri agar nama Tuhan dipermuliakan. Amin.

Pokok Doa
1. Pemilu tgl. 14 Februari 2024 agar berjalan lancar dan baik.
2. Pergumulan anggota jemaat yang sedang berduka, sakit, masalah pekerjaan, keluarga dll.
3. Persiapan masa Pra-Paska dan Rabu Abu.

Sujud Swastoko

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.