KESEDIAAN MERENDAHKAN DIRI

  •  Sujud Swastoko
  •  


Ibrani 2:5-9

”Tetapi Dia, yang untuk waktu yang singkat dibuat sedikit lebih rendah dari pada malaikat-malaikat, yaitu Yesus, kita lihat, yang oleh karena penderitaan maut, dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat, supaya oleh kasih karunia Allah Ia mengalami maut bagi semua manusia.” (Ibrani 2:9)

Firman Tuhan melalui surat Ibrani menyatakan bahwa Kristus yang sebenarnya lebih tinggi dari semua ciptaan yang ada di dunia ini, rela merendahkan diri demi keselamatan manusia ciptaan Tuhan. Dia dalam waktu singkat dibuat lebih rendah dari malaikat-malaikat, seolah-olah menunjukkan sebuah kekalahan, tetapi justru dari situlah terjadi kemenangan besar sepanjang sejarah alam. 

Kristus, Sang Firman Allah yang menjadi manusia dan berada di dunia ini demi kepentingan umat manusia, walaupun Dia harus merendahkan diri hingga mati disalibkan. Dialah Anak domba Allah yang menghapus dosa manusia, yang menjadi korban persembahan agung untuk menebus dosa manusia.

Kesediaan Kristus dibuat sedikit lebih rendah dari para malaikat menunjukkan kasih Allah yang begitu besar kepada manusia yang sebenarnya layak menerima hukuman maut karena dosanya. Namun dengan kerelaan Kristus masuk ke dalam “lumpur” kehidupan dunia yang penuh dosa ini, Dia menjadi jalan keselamatan bagi manusia  berdosa untuk keluar dari lumpur dosa dan berpindah dari maut kepada hidup yang membawanya pada kehidupan yang penuh kekudusan. 

Yesus Kristus rela menderita, dihina, dan disiksa, bahkan wafat disalibkan karena memberitakan pertobatan dan pengampunan, menyampaikan Injil Kerajaan Allah. Kematian dan kebangkitan-Nya menjadi jalan keselamatan bagi orang yang percaya kepada Yesus Kristus. 

Barangsiapa yang percaya kepada Yesus Kristus maka dia akan diampuni dosanya dan disucikan dari segala kejahatan. Hidupnya akan dipimpin oleh Roh Kudus sehingga dia akan menjauhi kejahatan dan perbuatan dosa. Dalam iman kepada Kristus, maka dia akan menerima kehidupan kekal bersama Kristus di sorga.

Karena kesetiaan mengikuti kehendak Allah dan kesediaan merendahkan diri untuk menyelamatkan umat ciptaan Allah itulah yang membuat Allah menghormati Yesus Kristus dan mengembalikan kemuliaan nama-Nya mengatasi semua makhluk hidup. Orang yang telah ditebus-Nya dan percaya kepada-Nya juga mendapat kemuliaan pada saat ia sujud beribadah kepada Allah.

Dalam kehidupan sebagai umat Kristen, maka kesediaan Tuhan Yesus untuk merendahkan diri menjadi teladan bagi kita untuk hidup dalam kerendahan hati, merendahkan diri di hadapan Tuhan untuk tunduk dan taat pada firman-Nya. Merendahkan diri merupakan cara untuk menunjukkan kasih kita kepada Allah dengan tulus yang terpancar melalui sikap kita yang dengan rendah hati melayani orang lain walaupun harus menderita, sehingga semakin banyak orang mengenal Kristus.

Kiranya Roh Kudus menolong kita untuk hidup seturut firman-Nya. Amin.

Pokok Doa: 
1. Jemaat yang sedang bergumul karena sakit, pekerjaan, masalah keluarga, dll.
2. Anak-anak yang akan melanjutkan studi agar dibukakan jalan.

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.