KESATUAN DALAM DOA DAN KARYA
Renungan Harian GKI Coyudan Solo
Selasa, 5 Agustus 2025
Kolose 4:3
Kesatuan Dalam Doa dan Karya
Ketika rasul Paulus berada di dalam penjara, banyak orang yang membenci Kristus berpikir bahwa Paulus tidak akan bisa melakukan pemberitaan Injil lagi. Tetapi ternyata pikiran orang-orang itu keliru, salah besar, kenapa ? Karena pada kenyataannya pemberitaan Injil tidak dapat dihentikan hanya oleh karena seorang Paulus yang dipenjarakan.
Melalui suratnya kepada jemaat Kolose, rasul Paulus menekankan bahwa pemberitaan Injil yang dilakukannya selama ini merupakan pelayanan bersama dengan umat Tuhan, yaitu melalui dukungan doa umat terhadap pemberitaan rasul Paulus.
Rasul Paulus bukan hanya ingin menghibur jemaat Kolose, tetapi meyakini sungguh-sungguh bahwa doa mereka untuk pelayanan Paulus mendatangkan pertolongan dan penyertaan Tuhan dalam pemberitaan Injil. Dengan kata lain, rasul Paulus mengakui bahwa seluruh pemberitaan Injil yang dilakukannya bukan semata-mata oleh kekuatan dan kepandaiannya, tetapi oleh karena doa jemaat sebagai karya pelayanan mereka.
Sebuah mesin kendaraan yang disusun dengan sangat baik, tetapi tanpa bahan bakar atau bensinnya maka kendaraan itu hanya bisa dituntun atau dinaiki tetapi tidak berjalan dengan sebagaimana mestinya. Demikian pelayanan tanpa kesatuan hati dalam doa sebagai relasi kita dengan Tuhan tidak akan membawa dampak. Demikian doa menjadi energi bagi setiap orang yang terlibat dalam pelayanan, khususnya pemberitaan Injil.
Karena itu, berdoalah untuk para pengkhotbah dan untuk semua orang yang bekerja melayani di rumah Tuhan, agar pelayanan yang dilakukan membawa dampak yang besar dalam pemberitaan Injil di setiap pelayanan. Ketika kesatuan dalam doa dan karya tercipta, Allah bekerja melebihi kemampuan kita. Amin.
Pokok Doa :
1. Berdoa untuk para pengerja gereja (pendeta dan tenaga pelayanan gereja), para penatua, staff kantor dan karyawan gereja.
2. Berdoa untuk para pejabat yang hatinya tulus dan lurus, agar mereka tetap teguh dan dibukakan jalan untuk pelayanan mereka di pemerintahan.
Pdt. Lucas Adhitya Aryanto Sudarmadi