KERENDAHAN UNTUK DIMULIAKAN
Ibrani 2:5-9
Ada sebuah istilah "merendah untuk meroket." Istilah ini dipakai untuk menggambarkan orang-orang yang berpura-pura merendahkan diri untuk membanggakan diri mereka. Misalnya seperti orang yang berkata "saya masih belum seberapa," padahal orang tersebut telah memecahkan rekor. Sekilas kita melihat bahwa orang ini rendah hati, padahal kenyataannya ia telah memecahkan rekor yang artinya tidak ada satu orang pun yang mampu menyainginya. Pada dasarnya istilah ini memiliki sebuah kesan negatif. Tetapi sebenarnya istilah ini dapat diberikan juga kepada Yesus, dalam makna yang positif.
Dalam perikop sebelumnya Rasul Paulus mengingatkan jemaat agar sungguh-sungguh mendengar dan menaati Firman, sehingga mereka tidak gampang disesatkan. Sebab, Firman yang didengar oleh jemaat itu telah diteguhkan oleh Allah sendiri melalui mukjizat dan tanda-tanda yang dilakukan oleh para Rasul. Fokus Firman yang dijelaskan itu adalah Firman tentang keselamatan. Artinya juga bahwa jemaat perlu sungguh-sungguh memahami makna dari keselamatan yang mereka terima.
Pada waktu itu jemaat banyak yang beranggapan bahwa Yesus Kristus itu adalah salah seorang malaikat, bahkan ada juga yang beranggapan bahwa Yesus lebih rendah dari malaikat. Maka dari itu jemaat memiliki pemikiran bahwa kebangkitan Yesus dilakukan untuk malaikat-malaikat (ay. 5). Hal ini membuat jemaat berpikir bahwa Yesus menang menaklukan dunia untuk para malaikat. Maka dari itu Rasul Paulus menegur jemaat dengan mengungkapkan bahwa Yesus itu lebih tinggi dari malaikat. Lalu mengapa muncul anggapan seperti demikian?
Tentu banyak jemaat yang masih belum bisa menerima bahwa Allah sanggup dan memilih untuk menjadi manusia dalam tubuh fisik yang terbatas. Sehingga jemaat menganggap Yesus adalah sebuah ciptaan biasa. Karena hal inilah akhirnya Yesus juga dianggap lebih rendah dari malaikat-malaikat yang memang telah dikenal sebagai pelayan-pelayan Tuhan secara langsung. Lalu pertanyaan berikutnya adalah mengapa Yesus turun ke dunia untuk menjadi manusia?
Inilah yang menjadi inti dari penjelasan Rasul Paulus, dengan mengutip ucapan Daud dalam Mazmurnya: "Apakah manusia sehingga Engkau mengingatnya?" (Mzm 8:5). Di dalam kebesaran-Nya, Allah menunjukkan kasih-Nya kepada manusia. Ia rela merendahkan diri-Nya untuk menjadi manusia yang terbatas, yang hina, dan kotor untuk dapat menebus dosa manusia. Bahkan Ia rela dipandang sebagai ciptaan biasa, dipandang lebih rendah dari malaikat, untuk menggenapi tujuan utama-Nya, yaitu menebus dosa dunia (ay.9)
Kasih Allah begitu besar bagi setiap manusia. Ia yang paling sulung dari semua ciptaan, yang adalah Allah sendiri rela merendahkan diri-Nya menjadi sama dengan manusia demi penebusan dosa kita. Ia merendahkan diri-Nya sehingga dipandang hina dan bahkan lebih rendah dari malaikat-malaikat yang melayani Dia. Itu semua Ia lakukan untuk memberikan kita kasih karunia. Untuk memberikan anugerah keselamatan yang besar bagi setiap kita yang percaya kepada-Nya. Firman Tuhan mengingatkan kita bahwa Ia adalah Tuhan yang besar dan mulia, yang merendahkan diri-Nya bagi setiap kita, agar kita beroleh kasih karunia, anugerah keselamatan, dan memperoleh hidup kekal.
Pokok Doa:
1. Pergumulan studi dan pekerjaan remaja-pemuda GKI Coyudan
2. Masa-masa menjelang Libur sekolah
3. Pergumulan jemaat yang sakit dan lanjut usia
Gerald Raynhart Stephen