KERENDAHAN HATI UNTUK BELAJAR DARI YESUS

  •  Lucas Adhitya Aryanto Sudarmadi
  •  

Yohanes 3:1-8

Nikodemus adalah seorang Farisi, seorang petinggi agama Yahudi yang terkenal pandai dan takut akan Tuhan, seorang yang menantikan Tuhan dengan hati yang tulus. Tetapi kita melihat bahwa kepandaian dan ketulusan hatinya saja tidaklah cukup untuk membuat Nikodemus memahami betapa dalam, panjang, tinggi dan lebarnya hikmat Allah dalam Kristus Yesus. Seberapapun Nikodemus berusaha memahaminya, tidak ada jalan lain baginya selain daripada ”dilahirkan kembali”.

Tetapi memang perjumpaan Nikodemus dengan Tuhan Yesus tidaklah sia-sia, karena pada saat kematian Yesus, Nikodemus adalah salah seorang (bersama dengan Yusuf dari Arimatea) ”simpatisan” Yesus yang berani menyatakan imannya kepada Yesus dengan meminta mayat Yesus kepada Pilatus dan menguburkan Yesus di tempat yang terhormat dan memakamkan dengan layak. Nikodemus seolah membuktikan bahwa kepandaian dan pengertian dunia ini tidak akan dapat menjadikannya percaya selain daripada Roh Allah yang menolong dan memampukannya menjadi seorang pengikut Yesus.

Hal ini berlaku juga bagi kita para murid Yesus di masa kini, yaitu bahwa sekalipun pengetahuan itu penting, jabatan dan kekuasaan itu dapat membawa manfaat yang besar, tetapi kerendahan hati untuk datang pada Yesus dan belajar daripada-Nya adalah hal yang terpenting. Dan dalam percaya dan iman pada kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus saja pada akhirnya kita dapat ”dilahirkan kembali” dalam Roh dan mengalami pembaharuan akal dan budi kita.

Tidak dapat dirumuskan bagaimana cara-cara kita mengalami ”lahir baru”, tetapi setiap orang yang lahir dari Roh membawa suara kebenaran dalam hidupnya dan dapat dirasakan oleh orang-orang disekitarnya. Karena itu marilah kita datang setiap hari kepada Tuhan dalam kerendahan hati untuk belajar dari keteladanan hidup Tuhan Yesus dalam menegakkan kebenaran firman, dalam kasih, dan dalam pengampunan. Amin.

Pokok Doa :
1.    Untuk karya Roh Kudus yang mengubahkan hati umat Tuhan, agar semakin hidup dalam kerendahan hati untuk terus belajar dari Tuhan Yesus, Sang Firman yang Hidup.
2.    Untuk kesembuhan bagi mereka yang sakit secara fisik, mental dan spiritual.
3.    Untuk pertumbuhan gereja-gereja di pesolok Indonesia Timur.

Pdt. Lucas Adhitya Aryanto Sudarmadi.

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.