KERENDAHAN HATI
Bacaan: Lukas 7: 1-10
Hari ini saya ingin mengajak Bp/Ibu sekalian untuk mendalami lebih lagi bacaan kita, tentang apa yang terjadi di Kapernaum, sebuah kota di bagian utara danau Galilea, setelah Yesus mengajar di depan orang banyak.
Kisah seorang Tuan yang tidak disebutkan namanya, namun dia adalah seorang Perwira Romawi yang penuh belas kasihan dan rendah hati. Mengapa saya katakan demikian ? Mari kita cermati bersama, bahwa ketika hambanya sedang sakit, perwira ini menyuruh tua-tua Yahudi untuk menjumpai Yesus dan meminta Yesus menyembuhkan hambanya. Dalam injil Lukas tidak diceritakan sakitnya, tetapi dalam Injil Matius 8:5-13 diceritakan bahwa hamba itu sakit lumpuh dan sangat menderita.
Kata ”hamba” di dalam bacaan Injil Lukas 7:2 digunakan kata doulos dan pada ayat 7 digunakan kata pais yang artinya budak yang berusia remaja/belum dewasa. Pada saat itu kedudukan budak terlebih masih remaja sering dipandang sebelah mata, tidak berpengalaman dalam bekerja. Dengan keadaan kesehatan budak muda yang sakit-sakitan ini sangat mudah bagi tuannya yang adalah seorang perwira untuk membuang budak "yang tidak berguna" itu dan membeli budak yang baru; namun tuan yang penuh belas kasih itu tidak demikian, perwira itu benar-benar mengasihi hambanya itu sebagai sesama manusia.
Kepedulian perwira itu kepada seorang hamba berkebangsaan Yahudi ini dan kebaikan hatinya pada pembangun rumah ibadat umat Tuhan menggerakkan hati Yesus untuk berjalan ke rumah perwira tersebut. Tetapi kemudian perwira itu mengutus teman-temannya untuk menghentikan Yesus ke rumahnya karena ia merasa tidak layak. Lalu memohon kepada Yesus untuk berlaku sebagaimana seorang pimpinan atau orang yang lebih tinggi jabatannya yaitu dengan "cukup memerintahkan" saja kesembuhan itu. Dan bagi Yesus, iman perwira itu sungguh besar dan layak sehingga Tuhan Yesus mengabulkan permintaannya itu.
Dari bacaan ini marilah kita belajar untuk memiliki iman kepada Tuhan dengan cara hidup dalam kasih pada sesama dan dalam ketertundukan pada Tuhan Yesus sebagai pimpinan tertinggi dalam kehidupan kita. Percayakan hidup kita kepada Tuhan dan hidupi dengan kerendahan hati, maka Tuhan menyatakan kuasa-Nya dalam kehidupan kita. Amin.
Pokok Doa:
- Berdoa untuk para pelajar yang akan menghadapi Penilaian Tengah Semester agar dapat membagi waktunya dengan baik dan belajar dengan maksimal untuk hasil yang memuaskan.
- Berdoa untuk karyawan gereja GKI Coyudan dan keluarganya agar diberi kesehatan, hikmat dan penyertaan Tuhan dalam pekerjaan dan pelayanan.