KENDALIKAN HAWA NAFSU
RENUNGAN HARIAN
GKI COYUDAN SOLO
Kamis, 27 November 2025
Kendalikan Hawa Nafsu
Yakobus 4:1-10
”Dari mana datangnya perkelahian dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu?” (ay.1)
Hal yang wajar jika seseorang mempunyai keinginan yang kuat untuk memiliki atau menguasai sesuatu yang bisa memuaskan emosinya. Namun, menjadi tidak baik apabila keinginan tersebut didasarkan pada hawa nafsu yang hanya mementingkan diri sendiri atau hanya untuk memuaskan egonya. Mengapa? Karena untuk memenuhi kehendak tersebut seringkali merugikan orang lain, bahkan bisa menimbulkan konflik antar-sesama manusia.
Surat Yakobus menjelaskan bahwa penyebab dari perkelahian atau pertengkaran di antara sesama manusia, datangnya dari hawa nafsu yang saling berjuang dalam tubuhmu . Artinya, dalam diri manusia ada kehendak yang saling bertentangan. Kehendak yang satu berdasarkan hawa nafsu yang jahat yang orientasinya hanya mementingkan diri sendiri, sombong, egois, dan merugikan orang lain. Sedangkan kehendak yang satunya adalah tunduk melakukan kehendak Allah berdasarkan kasih.
Firman Tuhan hari ini mengajarkan kita untuk menghindari hidup yang didasarkan pada hawa nafsu duniawi, karena perilaku tersebut jauh dari kasih Allah. Perilaku yang hanya mengikuti hawa nafsu tersebut diantaranya adalah: saat keinginannya tidak terpenuhi, dia sampai membunuh; saat iri hati, dia memilih bertengkar dan berkelahi dengan orang lain. Dengan demikian tindakannya melawan hukum kasih.
Mengapa seseorang sampai tunduk pada hawa nafsu duniawi? Karena mereka memilih persahabatan dengan dunia atau keinginan Iblis. Saat bersahabat dengan dunia, maka hal-hal duniawi yang berusaha diperjuangkan walaupun merugikan orang lain. Bahkan, walaupun dia berdoa kepada Allah, doanya tidak didengar oleh Tuhan karena doanya hanya untuk memuaskan hawa nafsunya.
Seperti yang ditulis dalam Yesaya 59:2, “Akan tetapi, kejahatanmulah yang memisahkan kamu dari Allahmu, dan dosamulah yang membuat wajah-Nya tersembunyi dari kamu, sehingga Ia tidak mendengar.” Orang yang hanya menuruti hawa nafsu duniawi akan menjauhkan diri dari Allah.
Oleh karena itu, melalui firman Tuhan hari ini kita diajak untuk menjadi orang yang setia dan tunduk kepada Allah. Orang yang tunduk kepada Allah, hidupnya akan dituntun oleh Roh Kudus. Hidupnya akan selalu dekat dengan Allah, dan tahu apa yang menjadi kehendak Allah karena dia selalu membaca dan mendengar firman Tuhan.
Orang yang hidup dalam tuntunan Roh Kudus akan hidup merendahkan diri di hadapan Allah dan orangnya rendah hati. ”Allah menentang orang yang congkak, tetapi memberi anugerah kepada orang yang rendah hati.” (ay.6).
Marilah kita menjaga diri agar bisa mengendalikan hawa nafsu dengan baik sehingga hidup kita benar-benar hidup yang tunduk pada firman Tuhan. Kiranya Roh Kudus menuntun dan menyertai kita hari lepas hari. Amin.
Pokok Doa
1. Persiapan memasuki Minggu Adven.
2. Doakan calon penatua dan calon pengurus BPJ/Komisi periode 2026-2027.
3. Doakan Radio Immanuel dan Panti Wredha Asih.
Sujud Swastoko