KENALI DAN PERCAYALAH PADA-NYA

  •  Novita Andriani
  •  

Bacaan: Kejadian 12:1-4
Mendengar nama Abraham, siapa yang terlintas di benak kita sekalian? Ya benar, Abraham dikenal sebagai bapa orang percaya atau bapa orang beriman. Keteladanannya dalam menghidupi iman percayanya beriringan dengan ketaatannya sungguh luar biasa. Ia mau keluar mengikuti panggilan Tuhan dari zona nyamannya ke sebuah daerah yang asing,  tanpa ia ketahui sebelumnya.  Ia taat pada panggilan itu  tanpa menunda (Kejadian 12:1-4). Dijanjikan keturunan yang seperti bintang di langit di masa tuanya, meski dalam penantiannya sempat ragu, Abraham tidak pernah menganggapnya sebagai janji omong kosong yang layak untuk ditertawakan, Abraham percaya kembali (Kejadian 15:1-6).

Mendengar rencana penghukuman Sodom Gomora, Abraham tidak meremehkan. Dan bahkan karena Dia mengenal Allah sebagai Pribadi yang baik maka Abraham berani untuk “tawar-menawar” dengan Allah demi menyelamatkan saudaranya Lot (Kejadian 18:16-33). Bahkan saat Ishak, anak yang dinantikan lahir, diminta Tuhan untuk dipersembahkan sebagai korban bakaran, Abraham pun tidak mengecam Allah dan siap melakukannya dengan ketaatan dan keberserahan penuh. Pada akhirnya ini adalah ujian iman dari Tuhan, Ishak selamat digantikan seekor lembu jantan (Kejadian 22:1-19).

Bagaimana mungkin Abraham bisa sebegitu taatnya kepada Allah? Jawabannya hanya satu: karena dia mengenali dan mempercayai penuh Allah yang dia sembah. Itulah mengapa Allah juga memperhitungkannya sebagai sebuah kebenaran yang menyukakan hati-Nya. Mustahil bagi kita untuk bisa bertumbuh dalam iman dan berjalan dalam ketaatan jika tidak didasari dengan pengenalan dan kepercayaan kepada Allah. Kita sungguh bersyukur bahwa Allah bukanlah Allah yang menutup diri, melainkan Allah yang membuka diri dan mau untuk dikenal umat-Nya. Salah satu buktinya adalah pernyataan diri-Nya yang kita baca dan renungkan melalui Alkitab. Karena itu, mari terus meluangkan waktu dan memprioritaskan untuk kita membaca dan merenungkan firman Tuhan supaya semakin mengenal dan bertumbuh dalam kehidupan iman kita kepada-Nya. Tuhan memampukan. Amin.

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.