KEMURAHAN HATI
RENUNGAN HARIAN
GKI COYUDAN
2 JULI 2024
2 Korintus 9:5
“Sebab itu, aku merasa perlu mendorong saudara-saudara itu untuk berangkat mendahului aku, supaya mereka lebih dahulu mengurus pemberian yang telah kamu janjikan sebelumnya, agar nanti tersedia sebagai bukti kemurahan hati kamu dan bukan sebagai pemberian yang dipaksakan.”
Pada waktu itu jemaat Yerusalem sedang mengalami krisis hingga kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidup. Oleh karena itu, Paulus mengajak jemaat Korintus untuk ikut membantu. Paulus percaya jemaat Korintus mempunyai belas kasih dan akan membantu jemaat Yerusalem. Untuk itu Paulus mengutus Titus dan temannya untuk mengingatkan bantuan ini. Di depan Jemaat Makedonia Paulus juga memberitahukan bahwa Akhaya (jemaat di Korintus) sudah siap memberikan bantuan sejak tahun lalu. Dan dalam perikop sebelumnya yaitu dalam 2 Korintus 8: 2-3, Paulus mengatakan, “selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan. Aku bersaksi, bahwa mereka telah memberikan menurut kemampuan mereka, bahkan melampaui kemampuan mereka”. Di sini Paulus ingin menekankan supaya jemaat Korintus tidak hanya memikirkan urusannya sendiri tapi juga turut membantu yang lain.
Dalam bacaan pada hari ini, dapat terlihat bahwa Paulus memuji jemaat Korintus atas kesiapan mereka untuk memberi. Dan kesiapan ini menunjukkan bahwa pemberian bukan hanya tindakan spontan, tetapi juga merupakan suatu komitmen yang dipikirkan dengan matang sebagai bagian dari ibadah mereka kepada Allah. Paulus sangat berharap agar Jemaat di Korintus, memberikan bantuan dengan tidak terpaksa atau dengan sedih hati, melainkan dengan penuh kemurahan hati (ay. 5). Kemurahan hati berarti suatu sikap yang membuat kita dengan rela, mudah, dan senang dalam berbuat sesuatu bagi kebaikan sesama, orang lain, komunitas, dan masyarakat, yaitu dengan memberikan pemikiran, waktu, tenaga, barang atau uang, dan melakukan hal-hal yang mereka perlukan, meskipun diri sendiri harus berkorban dengan merelakan sebagian milik dan mengurangi kenyamanan dalam hidup.
Namun perlu diingat bahwa memberi dengan kemurahan hati tidak selalu berupa barang dan harta benda seperti yang dilakukan jemaat Korintus dalam bacaan kita. Tetapi kita juga dapat memberi kemurahan hati dengan hal-hal kecil seperti contohnya dengan memberikan semangat kepada mereka yang putus asa. Melalui bacaan hari ini kita diajak untuk melihat kembali sudah sejauh mana kita memiliki kemurahan hati terhadap yang lain. Bukan tentang apa wujudnya atau seberapa besar yang bisa kita beri, tetapi seberapa besar kita mempunyai hati yang penuh belas kasih terhadap yang lain.
Doa Pagi:
Ya Tuhan, tuntunlah kami untuk bisa terus memiliki kemurahan hati sehingga kami bisa terus mewujudnyatakan kasih-Mu kepada orang-orang di sekitar kami. Amin.
Carlene Evangeline