KEMUNAFIKAN #1

  •  Gerald Raynhart Stephen
  •  

Bacaan: Yohanes 12:1-8

Kemunafikan
Munafik atau berbohong mungkin menjadi satu tindakan yang sering kita temukan. Orang-orang yang dalam pekerjaannya ingin mendapat untung lebih akan berusaha semaksimal mungkin dan bahkan harus sampai "tipu sana tipu sini." Seolah-olah kebohongan dan kemunafikan itu adalah tindakan wajar. Bahkan saya pernah dengar seseorang aktivis gereja berkata "kalau tidak tipu-tipu sedikit, kita akan rugi." Apakah hal ini baik untuk dilakukan? Apakah kemunafikan juga boleh diterapkan dalam kekristenan?

Hari ini kita fokus kepada Yudas Iskariot. Ia protes karena Maria meminyaki kaki Yesus dengan minyak yang mahal. Tetapi jika kita baca penjelas rasul Yohanes maka kita akan menemuka bahwa Yudas menggunakan sebuah alasan yang tidak masuk akal. Ia adalah seorang pencuri yang suka mengambil uang dalam kas yang dipegangnya. Yudas adalah pencinta uang. Jadi tentu lebih besar rasa sayangnya kepada minyak yang mahal itu, daripada harus diberikan kepada orang-orang miskin.

Selain itu respon Yesus juga menegaskan bahwa Yudas menunjukkan kemunafikannya. Yudas tidak fokus kepada alasan mengapa Maria meminyaki kaki Yesus, Yudas hanya sekadar menyayangkan minyak yang mahal. Lebih lagi Yudas memang tidak peduli kepada orang-orang miskin, sebab selama ini orang-orang miskin itu selalu ada di sekitar mereka tetapi baru kali ini dia berkata seperti demikian. Jadi Yudas memang lebih sayang kepada uang dari pada kepada Yesus dan juga orang-orang miskin di sekitarnya.

Yudas membalut kemunafikannya dengan sebuah alasan yang baik agar tidak dipandang buruk. Tetapi Yesus tahu hati Yudas dan menegor dia dengan sebuah perkataan yang seharusnya menyadarkan Yudas. Kemunafikan Yudas juga menunjukkan bahwa dia tidak lagi fokus kepada Yesus yang menjelang kematian-Nya. Bahkan ia sampai turut dicobai iblis dan menjual Yesus demi 30 keping perak.

Kemunafikan ada disekitar kita, dan bahkan mungkin ada pada orang-orang terdekat kita, atau mungkin itu ada pada kita. Kemunafikan dan kebohongan bukanlah satu hal yang wajar, itu adalah akibat keberdosaan manusia sehingga tidak lagi dapat mengontrol diri untuk berkata jujur. Hal ini pun sudah terjadi pada manusia pertama yaitu Adam dan istrinya Hawa. Setelah berdosa mereka berbohong kepada Tuhan, hingga akhirnya mereka harus dihukum dan  diusir dari taman Eden.

Tuhan tidak menghendaki kemunafikan. Tuhan tidak mencontai kemunafikan. Bagaimana mungkin kita masih tetap hidup dalam kemunafikan? Bagaimana mungkin kita membiarkan orang-orang terdekat kita melakukan kemunafikan? Kiranya Tuhan menolong dan menguatkan kita untuk tetap hidup memuliakan Tuhan tanpa kemunafikan. Karena bagi manusia kemunafikan akan menutupi siapa dirinya sebenarnya, tetapi bagi Tuhan tidak ada yang tersembunyi dari manusia.

Pokok Doa:
1. Pergumulan studi dan pekerjaan remaja pemuda GKI Coyudan
2. Rangkaian kebaktian Kamis putih, Jumat Agung, Sabtu Sunyi, Paska Subuh, dan Perayaan Paska
3. Pergumulan jemaat yang sakit dan lanjut usia

Gerald Raynhart Stephen

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.