KELEGAAN DALAM KRISTUS
RENUNGAN WARTA, 11 Agustus 2024
KELEGAAN DALAM KRISTUS
“Marilah kepada-Ku semua yang letih lesu dan berbeban berat,
Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” (Mat 11:28)
Ada banyak hal yang perlu diperjuangkan dan ada banyak tuntutan yang harus dipenuhi agar harapan dalam hidup dapat diwujudkan. Dalam perlombaan untuk menjadi sempurna ini setiap orang berlari untuk mengejar mimpi. Ada yang mendapatkan, ada yang terlewatkan. Kata orang, itulah kehidupan. “Sometimes you win, sometimes you learn.” Inilah yang dipercayai sebagai tuntutan hidup di dunia ini. Namun tak dapat dipungkiri, tanpa arah yang jelas seringkali perjuangan hidup itu terlihat sia-sia, yaitu di saat kita merenungkan, apakah hidup kita sudah layak untuk berjumpa Tuhan dalam kekekalan.
Dalam konteks injil Matius, “Marilah kepada-Ku”, adalah sebuah uluran tangan Kristus kepada orang-orang Yahudi yang letih, lesu dan berbeban berat dikarenakan beratnya tuntutan hukum Taurat, yang aturannya oleh orang Farisi dibuat sangat detail dan masuk ke hal yang kecil, sehingga kehilangan substansi dari hukum Taurat itu sendiri. Karena itu Kristus memanggil agar mereka datang dalam kerendahan hati, menerima-Nya di dalam iman dan ketaatan. Karena sekeras apapun orang berjuang, tidak ada kesempurnaan yang dapat memulihkan hidupnya dari dosa. Datang kepada Kristus adalah jawaban atas lelahnya pencarian arti kehidupan.
Tentu bukanlah sebuah kesalahan kalau kita hidup berjerih lelah di di dunia. Bahkan Tuhan tidak menyukai kemalasan. Namun yang terpenting dalam hidup adalah merespon panggilan Kristus. Dia mengundang kita yang letih lesu dan berbeban berat, untuk diberi-Nya kelegaan. Dalam terjemahan bahasa Jawa, dilukiskan dengan indah, ”Aku bakal gawe ayemmu” (Mat 11:28b). Di dalam Kristus, keselamatan bukanlah sebuah pencapaian manusia namun anugerah terindah bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya. Hidup dalam kasih karunia Kristus membuat hati kita tentram dan damai.
Jemaat yang terkasih, tangan Kristus terbuka, suara-Nya memanggil kita. Kasih karunia keselamatan-Nya memberikan kelegaan yang sesungguh-Nya.
(Pnt. Edhi Setiawan)