KEKUATAN KASIH KARUNIA
Renungan Harian GKI Coyudan
Senin, 16 Desember 2024
Bacaan: Ibrani 13:7-9
Kekuatan Kasih Karunia
Seperti orangtua yang akan berpisah dengan anaknya yang akan pergi merantau, demikian juga penulis surat Ibrani menutup suratnya dengan memberikan nasehat-nasehat. Mulai dari ayatnya yang pertama, bahkan hingga ayat terakhir, semua berisi nasehat-nasehat. Dan seperti nasehat-nasehat pada umumnya, semua penting tetapi ada yang terlebih penting, demikian juga penulis menekankan hal-hal yang penting dan salah satunya berbicara tentang kekuatan kasih karunia Tuhan Yesus.
Sebelum itu, ada nasehat untuk hidup memperhatikan akhir hidup dan iman pemimpin-pemimpin yang menyampaikan Firman Allah kepada jemaat (ay. 7). Jemaat Ibrani memang bukan hanya menerima pesan dari Paulus, tetapi juga mungkin rasul-rasul yang tidak tercatat dalam Alkitab. Tetapi kemungkinan besar yang dianggap oleh penulis di sini adalah seorang pemberita Firman Allah yang benar dan tidak termasuk pemberita yang sesat, sebab pada waktu itu ada banyak sekali ajaran-ajaran sesat. Selain itu berbicara tentang akhir hidup dan iman, berarti jemaat diminta untuk meneladani bagaimana iman Kristen itu dipertahankan sampai akhir hidup.
Penulis menyadari hal tersebut bukanlah hal yang mudah. Maka dari itu ia kemudian menyebut Yesus sebagai teladan yang konsisten dalam ketaatan-Nya (ay. 8). Kekonsistenan inilah yang seharusnya juga dimiliki oleh jemaat Ibrani. Sehingga iman Kristen itu dapat terus dipertahankan sejak jemaat percaya hingga akhir hidupnya, sama seperti Yesus.
Penulis tidak berhenti sampai disitu saja. Ia kemudian juga memberikan sebuah nasehat yang penting pula. Bukan hanya perlu konsisten, tetapi juga perlu kekuatan dari kasih karunia (ay. 9). Penulis juga menjelaskan dengan sebuah analogi makanan yang tidak berfaedah, atau pengajaran-pengajaran sesat yang tidak bermanfaat bagi pertumbuhan kerohanian. Selain itu makanan yang tidak berfaedah itu tentu tidak akan kuat untuk menolong jemaat terus konsisten taat kepada Kristus. Perlu kasih karunia dari Yesus sendiri untuk dapat konsisten mempertahankan iman sampai akhir hidup.
Maka dari itu penting sekali untuk mempertahankan iman kita sampai akhir hidup. Tentunya juga dengan bersandar kepada kasih karunia Tuhan Yesus sendiri. Di sisi lain kita juga tetap perlu memperhatikan makanan apa yang masuk ke dalam tubuh kita, apakah itu makanan yang berguna atau tidak. Artinya kita perlu memperhatikan pengajaran iman Kristen seperti apa yang kita dapatkan untuk menjadi kekuatan bagi kita mempertahankan iman kita sampai akhir hidup. Hanya kasih karunia dan pengajaran yang benar sajalah yang membuat kita dapat konsisten untuk terus taat dan mempertahankan iman kita.
Pokok Doa:
1. Pergumulan studi dan pekerjaan remaja-pemuda GKI Coyudan
2. Persiapan kebaktian dan perayaan natal
3. Pergumulan jemaat yang sakit dan lanjut usia
Gerald Raynhart Stephen