KEKUATAN DI TENGAH PENANTIAN
Renungan Warta, 1 Desember 2024
KEKUATAN DI TENGAH PENANTIAN
LUKAS 21: 34-36
Tak terasa minggu ini sudah berada di Minggu Adven 1. Bagi orang-orang percaya, masa Adven sesungguhnya bukan hanya menjadi pengingat bahwa umat sedang menantikan peringatan hadirnya Tuhan Yesus sebagai bayi mugil di sebuah kandang di Betlehem yang datang membawa berita keselamatan bagi umat manusia. Tetapi sesungguhnya masa Adven, juga mengingatkan kepada setiap orang percaya, bahwa umat berada dalam masa menanti kedatangan Tuhan Yesus yang ke dua kalinya, bukan lagi sebagai bayi yang mungil, tetapi sebagai hakim yang adil. Masa penantian bukanlah masa yang mudah, orang bisa saja menjadi penat dan lelah, jenuh dan patah semangat, karena dalam masa penantian itu juga berhadapan dengan bberbagai macam tantangan, hambatan, tekanan, namun juga berbagai macam godaan dan tawaran yang bisa membuat jatuh.
Bagaimana supaya umat tetap memiliki kekuatan di tengah penantian?
Tuhan Yesus mengingatkan:" Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu dan berdiri di hadapan Anak Manusia ( Lukas 21:36)."
Nasehat Tuhan ini mengingatkan bahwa manusia tidak bisa mengandalkan kekuatannya sendiri, karena dengan kekuatannya sendiri tidak akan cukup untuk membuat manusia itu bisa kuat dan bertahan. Namun meskipun manusia itu lemah dan terbatas, ada kekuatan Allah yang akan memampukan manusia, sebab itu manusia harus selalu tinggal pada Allah, bersekutu dengan Allah. Doa adalah alat berkomunikasi dengan Allah, dan didalam Allahlah sumber kekuatan itu.
Yang harus dilakukan umat adalah :"Tetaplah berdoa"
Tuhan Yesus juga mengingatkan untuk manusia tetap berjaga-jaga, tidak menjadi lengah dan tertidur. Berjaga-jaga supaya tidak menjadi sembrono dalam masa penantian akan datangnya hari Tuhan. Menjaga iman tetap kuat dalam kuat, berakar, bertumbuh dan berbuah dalam Tuhan. Menjaga kekudusan hidup, tidak dalam pesta pora dan kemabukan. Tetap menjaga supaya hidup didalam pengharapan bukan dikuasai dengan kekhawatiran.
Berdoa dan berjaga-jaga adalah nasehat Tuhan Yesus supaya manusia tetap memiliki kekuatan dalam masa menanti kedatanganNya.
Dengan tetap tinggal didalamNya, manusia akan mendapat kekuatan dan hikmat sehingga akan bijaksana dalam mengisi waktu dan memaknai hidup. Hidup benar di hadapan Allah, sehingga hari kedatanganNya bukanlah menjadi hari yang mengerikan dan menakutkan, tetapi hari yang membahagiakan.
Jangan bersandar pada kekuatan diri atau kekuatan apapun selain Allah, tetaplah waspada dan berjaga.
Tuhan Yesus kiranya menolong dan memberkati ????????
Maria Sampyuh