KEHIDUPAN IMAN SEBAGAI RESPON
Renungan Harian GKI Coyudan Solo
Jumat, 21 November 2025
Bacaan : 1 Petrus 1:3-9
Kehidupan Iman sebagai Respon
Apa tujuan iman kita ? Banyak orang digiring pada pengajaran tentang kemakmuran dan kesuksesan, seolah tujuan iman kita pada Yesus adalah kekayaan dan kenyamanan di dunia saat ini. Orang berpuasa dan berdoa untuk tujuan dan keinginan hatinya, tanpa peduli apa yang menjadi keinginan dan kehendak Allah atas dirinya.
Yang diharapkan dari buah imannya adalah kesembuhan jasmaniah dari sakit penyakit, pemulihan ekonomi dari usaha atau pekerjaannya, ketenaran dan kepuasan diri akan prestasi, dll. Tetapi pertanyaannya, bagaimana jika yang Allah inginkan dari kehidupan iman kita bukanlah semua hal duniawi tadi ?!
Kehidupan iman bukan untuk mencapai atau mendapatkan hasil yang memuaskan dari apa yang kita mau, tetapi kehidupan iman sesungguhnya adalah respon kita atas pemberian Allah, yaitu keselamatan jiwa ! Ketika kita merespon ketidakadilan dengan tetap berbuat adil, merespon penolakan dengan pengampunan, merespon kegagalan dengan keyakinan akan Allah yang bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi kita; ya ... bahkan melalui kegagalan dan kelemahan kita, Allah sedang mendatangkan kebaikan bagi kita yang mengasihi DIA !
Kehidupan iman kita hendaknya bukan untuk mencapai suatu tujuan dari yang kita inginkan atau harapkan, tetapi jadikan sebuah respon dari keselamatan jiwa yang telah Tuhan Yesus anugerahkan. Respon keselamatan itu dengan :
1. Hidup mengasihi Yesus : jalin relasi pribadi dengan Tuhan Yesus setiap hari. Kenali pikiran dan kehendak Tuhan Yesus, dan hiduplah di dalam keteladanan Yesus.
2. Percayalah pada setiap perkataan Yesus : hidup dalam perkataan Tuhan sekalipun kesulitan, tantangan dan bahkan penderitaan ada di hadapan.
3. Hidup dalam sukacita karena Kristus : sukacita kita bukan karena harapan dan doa yang terkabul, tetapi karena Kristus yang bertindak menyelamatkan kita dan menyertai kita dalam duka maupun suka.
Jika kita mengasihi Yesus untuk tujuan tertentu, maka kita akan berhenti mengasihi DIA ketika kita tidak mendapatkan apa yang kita mau, tetapi jika kita mengasihi Yesus sebagai respon akan keselamatan jiwa, maka, apapun yang kita alami di dunia ini tidak akan membuat kita berhenti mencintai hidup di dalam DIA !
Pokok Doa :
1. Untuk pertumbuhan iman anggota jemaat.
2. Untuk persiapan pelayanan kebaktian Minggu.
Pdt. Lucas Adhitya Aryanto Sudarmadi