KECIL-KECIL CABE RAWIT

  •  Daniel Kristanto Gunawan
  •  

Markus 4:30-32

Dalam kehidupan sehari-hari, kita mengenal sebuah ungkapan yang kerap diucapkan, yakni ”kecil-kecil cabai rawit”. Ungkapan ini menggambarkan seseorang yang walau berbadan kecil tetapi punya kemampuan yang tak bisa diremehkan. Yesus juga menggunakan biji sesawi sebagai analogi Kerajaan Allah. Biji sesawi itu kecil, seolah tak sebanding dengan biji-biji pohon yang lain. Namun biji yang kecil itu dapat tumbuh menjadi pohon yang besar. Ranting-rantingnya panjang dan besar, bahkan dikatakan burung dapat bersarang di sana. 

Kerajaan Allah yang Yesus bawa adalah sistem pemerintahan Allah dengan nilai kasih, damai sejahtera, kebenaran, dan keadilan. Dibandingkan dengan kerajaan Roma yang besar dan menjajah kala itu, tentu akan dipandang kecil. Ya, nilai kasih, damai sejahtera, kebenaran, dan keadilan sering kali diremehkan. Orang berbuat benar sering dikecilkan. Kejahatan seolah lebih besar.  

Tentu, kita tidak akan percaya hal itu. Yesus demikian, Ia mengatakan bahwa biarpun kecil akan berdampak besar. Kasih itu akan mengalahkan kebencian. Damai itu akan mengalahkan kecemasan. Kebenaran akan menang melawan kejahatan. Keadilan akan menang atas kecurangan. Segala hal ada konsekuensinya.Kita sebagai pewarta Injil Kerajaan Allah, jangan pernah takut. Nilai yang kita wartakan akan menjadi besar dan berdampak. Mungkin tindakan kita terlihat kecil, namun percayalah itu akan berarti besar bagi yang lain.


Doa pribadi

“Tuhan terima kasih untuk nilai Kerajaan Allah yang telah engkau tanam dalam kehidupan kami, biarlah kami menjadi ranting-ranting yang berdaun dan menghasilkan buah yang berdampak bagi sekitar kami. Amin.”


Pdt. Daniel K. Gunawan

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.