KEBODOHAN: ORANG YANG TAK BISA MENGELOLA DAN MENAHAN ISI HATI

  •  Keshia Hestikahayu Suranta
  •  

RENUNGAN HARIAN 

GKI COYUDAN 

JUMAT 31 OKT 2025 


KEBODOHAN: ORANG YANG TAK BISA MENGELOLA DAN MENAHAN ISI HATI


Amsal 18:2 (BIMK)  Orang bodoh tidak suka diberi pengertian; ia hanya ingin membeberkan isi hatinya. 


Semakin bertambahnya usia manusia, seharusnya semakin ia dapat bertambah dewasa baik secara mental maupun spiritual. Itulah mengapa ada sebuah kalimat terkenal yang mengatakan bahwa "tua itu pasti, dewasa itu adalah pilihan". Tidak semua orang muda adalah mereka belum dewasa. Begitupula, tidak semua orang tua adalah orang yang sesungguhnya telah dewasa. Kedewasaan itu seringkali sangat terlihat dari bagaimana ia mengelola isi hatinya dengan bijaksana. Salah satu ciri orang yang dewasa dan bijaksana, ketika ia merasa hati dan pikirannya kacau, akan cenderungan diam dan berdoa. Dengan melakukan kedua hal itu sesungguhnya ia sedang menjaga dirinya sendiri. Mengapa? Karena orang yang secara kedewasaan tidak stabil, cenderung akan dengan mudah menceritakan isi hatinya tanpa berpikir terlebih dahulu. 

Itulah yang disebut kitab Amsal adalah kebodohan. Ternyata kebodohan itu bukan karena kelemahan akademis. Tetapi lebih kepada penguasaan diri. Orang yang tak dapat menguasai bahkan menahan segala rasa dihati untuk dikelola terlebih dahulu adalah orang yang bodoh menurut kitab Amsal. Tanpa pengelolaan hati, orang cenderung selalu menyalahkan, terlalu mudah menghakimi orang lain dan selalu merasa dirinya sendiri benar. 

Maka, mari, mulai hari ini kita kelola seluruh hati dan perasan dalam diam dab berdoa. Dengan demikian kata-kata kita akan terjaga dari kebodohan itu sendiri. Mari latih diri untuk diam, menganalisa, berdoa dan berpikir masak masak sebelum terlampau mudah mengatakan segala isi hati. 


Doa pagi: 

"Ya Bapa, karunikanlah hikmat dan bijaksana dariMu, agar aku sungguh dapat mengelola hatiku terlebih dahulu. Amin" 


Pdt Keshia H.S

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.