KEBANGKITAN ORANG MATI #2
RENUNGAN HARIAN
GKI COYUDAN SOLO
Rabu, 25 Maret 2026
Kebangkitan Orang Mati
Matius 22:23-33
”Sebab, pada waktu kebangkitan, mereka tidak kawin dan tidak dikawinkan tetapi menjadi seperti malaikat di surga. Tentang kebangkitan orang-orang mati tidakkah kamu baca apa yang difirmankan Allah kepadamu, ketika Ia bersabda: Akulah Allah Abraham, Allah Ishak, dan Allah Yakub? Ia bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup.” (ay.30-32)
Kadang muncul pertanyaan tentang kebangkitan orang-orang mati. Apakah setelah dibangkitkan, hidup mereka seperti hidup di dunia ini? Termasuk hidup menuruti hawa nafsu duniawi?
Hal itulah yang juga menjadi pertanyaan dari orang Saduki. Sesuai hukum Musa, jika seorang perempuan bersuami, tetapi suaminya tidak memberikan keturunan, lalu mati, maka saudara suaminya ini harus memberikan keturunan. Demikian seterusnya sampai tujuh suaminya. Setelah semuanya meninggal, saat ada kebangkitan, perempuan ini akan bingung untuk menentukan yang mana suaminya? Karena itulah, orang Saduki tidak percaya pada kebangkitan orang mati.
Orang Saduki berpendapat bahwa tidak ada kehidupan di masa mendatang. Tidak ada lagi kehidupan setelah kehidupan ini. Kalau tubuh ini mati, jiwa juga akan musnah begitu saja, mati bersama tubuh. Menurut mereka tidak ada pahala dan hukuman di dunia lain, tidak ada pengadilan surga dan neraka.
Namun Tuhan Yesus dengan tegas menjawab mereka, ”Kamu sesat, sebab kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah!” (ay.29). Jika mereka mengerti Kitab Suci, maka mereka akan percaya pada kebangkitan orang mati seperti yang dipercaya oleh para nabi dalam Kitab Suci. Tetapi karena orang Saduki ini cara pikirnya hanya duniawi, sehingga kehidupan setelah kematian tidak masuk dalam akal pikiran mereka.
Kehidupan setelah kematian tubuh, tidak lagi hidup menuruti tubuh duniawi yang memikirkan hawa nafsu duniawi. Orang percaya setelah bangkit dari kematian akan hidup dalam kemuliaan. Kehidupan di surga adalah kehidupan seperti para malaikat, semua untuk memuliakan dan memuji Allah. Tidak ada kegembiraan dan kesenangan dengan nafsu duniawi. Tubuh orang-orang kudus akan dibangkitkan dalam keadaan yang sempurna dan mulia, sama seperti roh-roh yang murni dan kudus.
Sebagai orang yang percaya kepada Kristus dan percaya akan kebangkitan orang mati, maka kita memiliki pengharapan akan kehidupan kekal dalam kemuliaan bersama Bapa di surga. Selama masih ada di dunia ini, maka kita juga mulai meninggalkan pemikiran kesenangan duniawi menjadi kesenangan surgawi, yaitu mengutamakan kehidupan rohani. Segala sesuatu harus dilakukan untuk memuliakan nama Tuhan, termasuk dalam bekerja, berkeluarga, bermasyarakat, pelayanan. Bukan lagi untuk kepentingan duniawi, menuruti hawa nafsu untuk memuaskan diri sendiri. Oleh karena itu marilah kita hidup seturut firman Tuhan karena ada kehidupan kekal setelah kebangkitan orang mati.
Kiranya Tuhan menolong dan menyertai kehidupan kita. Amin.
Pokok Doa
- Persidangan Majelis Jemaat (PMJ) nanti malam.
- Studi anak cucu, Tuhan memberikan kecerdasan, menyelesaikan studi dengan baik.
- Pemerintah dan bangsa Indonesia.
Sujud Swastoko